Karu dan Karom Hendaknya Kuatkan Mental Dalam Membantu, Memimpin dan Melayani Jamaah Haji

Sragen – Kepala Kantor Kementerian Agama yang diwakili Kasi PAIS, Khumaidin mengharapkan agar para  Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) jamaah haji untuk mempersiapkan mental agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik selama di tanah suci. Harapannya, para Karom dan Karu semakin profesional saat membimbing para jemaahnya. Demikian dikatakan Khumaidin saat memberikan sambutan dalam pembekalan Karu dan Karom Jamaah Haji Tahun 1439 H di Aula 2 Kankemenag Sragen, Senin (09/07).

“Kami berharap agar para Karu dan Karom benar benar menguatkan mentalnya dalam menjalankan tugasnya. Saudara dipilih dan diberi amanah menjadi Karu maupun Karom adalah tugas mulia namun juga berat, karena selain harus menunaikan haji juga ikut melayani jamaah haji lain. Untuk itu Saudara harus benar benar siap melayani jamaah dengan sebaik-baiknya dan penuh kesabaran karena beberapa jamaah sudah berusia lanjut,” harap Khumaidin.

Khumaidin juga menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun pemerintah selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada para jamaah haji baik konsumsi, akomodasi, transportasi, layanan kesehatan dan layanan lainnya.

Karu adalah petugas yang dipilih untuk memimpin sepuluh jamaah haji, sedangkan Karom adalah petugas yang dipilih untuk memimpin empat regu. Karu dan Karom bertugas untuk membantu Ketua Kloter, TPHI, TPIHI, TKHI dan TPHD dalam pelayanan. Hal ini dilakukan agar para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, tertib dan lancar.

Sementara itu di ruang kerjanya, Selasa (10/06) Kasi PHU, Kuri Ilmiyati saat diberi penjelasan berkenaan pembekalan Karu Karom menjelaskan bahwa pembekalan itu dilaksanakan selama 2 hari dengan narasumber dari Dinas Kesehatan dan Kankemenag.

“Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan haji nanti, 80 Karu dan 19 Karom kita adakan pembekalan selama 2 hari dengan narasumber dari Kankemenag dan Dinas Kesehatan. Sebagai informasi  Jamaah haji Kabupaten Sragen tahun 2018 ini terdiri 393 orang yang terbagi dalam 4 kloter dan didominasi oleh orang yang bekerja di sektor swasta dan akan mulai diberangkatkan tanggal 30 Juli,” ujar Kuri Ilmiyati. (ira/Wul)