KARU harus ikhlas dan sabar

Klaten – Tugas pokok Ketua Regu/Karu membantu pelaksanaan tugas ketua rombongan sebagai pembantu. Petugas yang menyertai jamaah (petugas kloter) di bidang pelayanan umum, ibadah dan kesehatan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut maka Karu mempunyai fungsi meneruskan informasi/pengumuman atau petunjuk dari Karom dan petugas kloter, membantu, mengatur, membantu dan menjaga anggota regunya agar tetap utuh, aman, dan tertib serta lancar selama dalam perjalanan dan melaksanakan ibadah haji, serta menyelesaikan/melaporkan permasalahannya pada Karom. Begitu penting dan sangat vitalnya tugas tersebut Kemenag Klaten mengadakan kegiatan pemantapan ketua regu calon jamaah haji Klaten tahu 2015 yang bertempat di Aula Al Ikhlas (2-4/9) yang diikuti oleh 68 Karu.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Klaten Waznan Fauzi menyampaikan bahwa “Untuk kelancaran pemberangkatan calhaj Klaten ke Donohudan diawali dengan pengumpulan koper dipusatkan di Kemenag dengan jadwal perkloter berbeda-beda, untuk kloter 69 dan 70 pengumpulannnya Minggu 13 September 2015 waktunya jam 08.00-14.00 WIB sedangkan untuk kloter 72 pengumpulannya hari Senin 14 September 2015 dengan waktu yang sama,” jelas Waznan.

”Sedangkan untuk jadwal pemberangkatan calhaj Klaten ke Donohudan dipusatkan di GOR Gelarsena, kloter 69 Senin 14/09 pukul 18.00 WIB, kloter 70 Selasa 15/09 pukul 05.00 WIB dan kloter 72 Selasa 15/09 pukul 18.00 WIB,” imbuh Waznan.

Kakankemenag Mustari berharap dengan kegiatan ini menjadi bekal terbaik bagi para ketua regu agar pada saatnya nanti secara mantap mampu melaksanakan seluruh tugas-tugasnya . Untuk itu kepada seluruh ketua regu Beliau mengajak untuk menyimak dan mengikuti seluruh kegiatanan ini sehingga insya Allah menjadi panduan terbaik yang akan memantapkan pelaksanaan tugas sebagai Ketua Regu.

Ia menyampaikan agar karu dalam tugasnya harus senantiasa didasari ikhlas, sabar, dan selalu berkoordinasi, berkomunikasi, mengutamakan kepentingan kelompok daripada pribadi, mengetahui kondisi jamaah dan anggotanya satu persatu baik fisik dan mental, dan harus mengayomi anak buahnya. Tugas dan tanggung jawab karu dalam pelaksanaan ibadah haji cukup berat, sebagai kepanjangan tangan dari pimpinan setiap kelompok terbang (kloter) haji dalam memberikan pelayanan kepada calon jamaah haji ketika di tanah suci. “Karena pentingnya peran karu dalam turut menyukseskan penyelenggaraan haji, maka setiap karu harus mengetahui benar apa saja tugas pokok dan fungsinya,” pesan Mustari.

”Karu untuk selalu sigap dan tanggap dalam menjalankan tugasnya, semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan dan perlindungan untuk semuanya. Khususnya jamaah haji dari Klaten,” tegas Mustari.(GusJun)