Karya dan Kreasi Siswa Madrasah di Hari Santri

Kota Magelang – Yayasan perguruan Al Iman Kota Magelang bertempat di komplek MA Al Iman menyelenggarakan peringatan Hari Santri tahun 2018 dengan cara yang berbeda, Senin(28/10). Mengawali rangkaian kegiatan di pagi hari itu dengan upacara yang diikuti oleh siswa siswi MA dan MTs Al Iman serta civitas akademika lainnya. Diselenggarakan pula mujahadah sebagai ungkapan rasa syukur serta permohonan do’a kepada Allah SWT atas segala keinginan yang hendak diraih. Mujahadah yang dahulunya merupakan ciri khas kegiatan di pesantren, kini telah menjadi kegiatan pembiasaan bagi para siswa madrasah di berbagai pelosok negeri.

“Hari Santri adalah kebanggaan kita semua, keluarga besar perguruan Al Iman harus memiliki semangat juang yang menggelora dalam berkarya dan berprestasi. Ilmu pengetahuan laksana obor dalam kegelapan, ilmu pengetahuan adalah senjata paling ampuh guna menjawab segala tantangan, dan ilmu pengetahuan merupakan bekal terbaik dalam meraih sukses di dunia dan akhirat. Karya dan prestasi adalah sumbangsih nyata dalam mengisi pembangunan” ujar Fatah Zahir selaku Ketua Yayasan Al Iman.

“Semangat resolusi jihad dikalangan pesantren untuk mempertahankan kemerdekaan RI, yang dimaklumatkan oleh Hadrotus Syech Hasyim, pada tanggal 22 Oktober 1945 silam, seyogyanya menginspirasi generasi muda dalam mengisi pembangunan,” lanjutnya.

Kepala Madrasah Aliyah Al Iman, Muh. Sholeh dalam sambutannya mengatakan, ruh dari peringatan Hari Santri Nasional yakni menumbuhkan dan membentuk para siswa atau santri yang handal, mandiri, berkarya, berinovasi serta berjiwa sosial, dengan landasan karakter Islami.

“Peringatan Hari Santri Nasional tidaklah hanya merupakan acara rutinitas ataupun seremonial belaka. Ruh dari peringatan Hari Santri Nasional yakni menumbuhkan dan membentuk para siswa atau santri yang handal, mandiri, berkarya, berinovasi serta berjiwa sosial, dengan landasan karakter Islami,” ucap Muh. Sholeh.

Pada peringatan hari santri tersebut, ditampilkan pula pentas seni yang diperankan oleh para siswa berupa tarian tradisional, tarian kreasi serta berbagai lomba, untuk menggugah kembali kebersamaan dan keberagaman sebagai manifestasi nilai-nilai Pancasila. Diharapkan dengan mengadopsi sistem pembelajaran di pesantren, para siswa mampu meneladani sifat-sifat akhlaqul karimah yang melekat kuat sebagai karakter dari para santri. (HS/SUA)