Kasi Penma : Guru RA Harus Mengembangkan Jiwa Kepemimpinannya

Karanganyar – Disadari atau tidak, seorang guru adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan murid-muridnya. Terlebih bagi Guru RA, penting untuk memiliki jiwa kepemimpinan agar anak usia dini dapat memahami pesan yang disampaikannya.

Untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan guru RA di lingkungannya, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Siti Muzayanah menyampaikan materi tentang Leadership/Kepemimpinan.

Materi Leadership ini disampaikan Kasi Penma dalam kegiatan Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bagi Guru Raudhatul Athfal KKG RA Al Ikhlas II Kecamatan Jaten, (13/11). Menurutnya, seorang guru RA adalah layaknya seorang pemimpin yang harus memiliki kriteria-kriteria seorang pemimpin sejati.

“Masing-masing dari kita adalah pemimpin dan disadari atau tidak seorang guru adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan anak didiknya. Untuk menjadi seorang pemimpin sejati ada beberapa kriteria, diantaranya adalah visioner, sukses bersama, mau terus belajar serta menyiapkan calon pemimpin masa depan. Mari kita berusaha untuk menuju kriteria-kriteria tersebut.” Ujar Mumun, sapaan akrab Kasi Penma.

Dalam kesempatan itu, Ibu Mumun juga menjelaskan secara rinci tujuh karakteristik kepemimpinan. Menurutnya, Guru itu laksana pemimpin yang memiliki andil besar dalam melahirkan pemimpin-pemimpin baru di masa depan.

“Seorang pemimpin setidaknya memiliki tujuk karakteristik yaitu jujur, amanah, tabligh, cerdas, konsisten, kasih saying dan bijak. Dengan memiliki karakter tersebut, kita berperan besar melahirkan pemimpin baru dimasa depan yang lebih baik lagi.” Tandasnya.

Terlaksananya kegiatan PPKB bagi Guru RA ini berkat hibah yang diberikan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Acara yang diikuti 41 Guru RA Gugus Kecamatan Jaten, Kebakkramat dan Tasikmadu ini dibimbing oleh beberapa narasumber, diantaranya adalah Kasi Kurikulum & Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov jateng, Nur Abadi, Widyaiswara BDK Semarang Budi Lestari dan Kasubbag TU Wiharso. (ida-hd/bd)