Kebekuan Berfikir Itu Akibat Tidak Pernah Bertemu dan Berkoordinasi

Sragen – Koordinasi dan pertemuan adalah hal penting dalam upaya peningkatan kualitas guru. Tanpa ada pertemuan dan koordinasi, tentu pola fikir akan beku dan tidak akan maju. Demikian yang disampaikan Kakankemenag Sragen, Hanif Hanani saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi Guru Agama Kristen SD, SMP, SMA dan SMK berjumlah 50 orang se Kabupaten Sragen di Aula 1 setempat, Rabu (06/03).

“Monggo, saya harap koordinasi dan pertemuan guru agama Kristen hendaknya rutin dilakukan, hal itu sangat penting. Jangan dikira hanya sekedar ketemu itu membuang waktu, namun justru dengan pertemuan akan bisa berbagi berbagai hal,” kata Hanif.

“Kebekuan berfikir akan menghinggapi kita kalau tidak pernah bertemu dan koordinasi, kalau ada pertemuan tentu ada persoalan dan solusi, kalau nggak ketemu tentu tidak akan pernah terbayang ” kata Hanif.

Sementara itu koordinator Guru Agama Kristen yang juga guru Pendidikan Agama Kristen SDN 6 Sragen, Handoko Tridayanto mengutarakan kegemberiaannya karena selama puluhan tahun bekerja sebagai guru Agama Kristen baru kali ini bisa bersama sama guru yang berbeda jenjang melakukan koordinasi.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Pak Hanif dan Pak Khumaidin, baru kali ini sejak saya menjadi guru agama bisa kumpul bersama guru SMP, SMA dan SMK dalam satu ruangan untuk berkoordinasi membahas persoalan pendidikan agama,” ucap Handoko.

Handoko juga melaporkan, Guru Agama Kristen di Sragen paling banyak adalah guru Non PNS, namun masih banyak juga yang karena tidak ada GTT akhirnya guru dari mapel lain mengampu mengajar Pendidikan Agama Kristen.

Selanjutnya Handoko mewakili Guru Agama Kristen mengharapkan agar Kemenag lebih sering melakukan pembinaan kepada mereka, sehingga harapan untuk meningkatnya kualitas Pendidikan  Agama Kristen di Sragen.

Pada kesempatan yang sama Kasi PAIS Kankemenag Sragen, Khumaidin yang mengkoordinir pelaksanaan rakor menyampaikan bahwa karena dalam tipologi Kemenag Sragen tidak ada Pembimas Kristen maka untuk urusan administrasi dan pembinaannya diserahkan kepada seksi PAIS.

“Tipologi di Kankemenag Sragen tidak ada pembimas Kristen, namun masalah pembinaannya tetap menjadi tanggungjawab Kementerian Agama, termasuk masalah pencairan tunjangan profesinya, dan kami seksi PAIS yang didawuhi untuk mengkoordinir akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan Agama Kristen,” kata Khumaidin. (lest-Ira/Wul).