Keberadaan Guru Agama sangat menentukan karakter siswa

Klaten – Baik dan buruknya perilaku peserta didik di sekolah sangat ditentukan oleh keberadaan guru agama. Demikian disampaikan oleh Dr Lukman Fauroni, M.Ag (Dosen IAIN Surakarta) dalam acara Seminar Nasional di Aula Al Ikhlas Kemenag Klaten, yang diadakan oleh MUI Kab. Klaten (6/12) dengan tema “Pemberdayaan Guru Agama Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik”.

Faktor utama dalam membentuk perilaku peserta didik, sehingga perilaku yang ditampilkan oleh guru agama merupakan suatu suri tauladan bagi siswa. Kita dapat menilai guru-guru agama yang bertingkah laku baik dapat dipastikan muridnya akan baik, ujarnya. Sebagai guru agama yang baik, guru tidak saja dituntut pintar dalam menyampaikan pelajaran disekolah akan tetapi guru harus konsisten dalam penyampaian materinya.

Guru harus taat pada aturan yang berlaku jika guru menjelaskan tentang aturan. Guru harus berbuat baik jika guru menjelaskan tentang baik dan buruk seseorang dalam berperilaku. Saat ini yang menjadi prioritas oleh guru agama dalam membentuk karakter dan budi pekerti peserta didik adalah dengan cara memberikan suri tauladan yang baik bagi peserta didik.

Guru agama harus selalu berperilaku baik di sekolah dan diluar sekolah, karena segala gerak guru terlihat oleh peserta didik. Jika guru sudah terbiasa berbuat baik maka image yang terbentuk di peserta didik akan positif. Banyak keuntungan yang diperoleh sekolah jika peserta didik memiliki budi pekerti yang baik, salah satunya adalah sekolah akan memiliki bibit atau generasi yang baik secara sikap atau moral dan nantinya akan berimbas terhadap kemajuan bangsa secara menyeluruh.

Generasi yang baik ini akan menjadi pionir bagi bangsa karena secara mental mereka sudah teruji. Mereka tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma-norma atau aturan yang berlaku, karena mereka sudah mengerti akan aturanya. Kepada seluruh guru agama yang ada di Indonesia untuk bersama-sama dalam membentuk karakter peserta didik agar mereka memiliki perilaku yang lebih baik. Jika mereka belum baik maka tugas kita harus memperbaikinya dan jika sudah baik maka kita harus berusaha meningkatkan kebaiknya.

Oleh karena itu dengan adanya seminar ini untuk meningkatkan kwalitas pendidikan dasar, karena pendidikan dasar sangat penting sekali untuk menentukan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, disamping itu mulai dari pendidikan dasar mari kita tanamkan dan kita terapkan aklak kulkarimah pada anak didik kita ini. Kita harus menyadari sebagai guru, fungsi guru adalah sebagai penggerak sekolah.(Jn)