Keberadaan KPRI yang Sehat Harus dapat Memberi Manfaat

Wonogiri – Koperasi Pegawai Republik Indonesia Kantor Urusan Agama (KPRI KUA) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup buku tahun 2018, Senin (18/02) di RM Sarirasa Ngadirojo, yang  di ikuti anggota koperasi terebut. Turut hadir dalam acara tersebut Ka. Kankemenag, Ketua Dekopinda Kab. Wonogiri, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Wonogiri serta utusan dari KPRI tetangga.

Dalam sambutan pembinaannya Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi menyampaikan, bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi dalam koperasi untuk mempertanggungjawabkan kepada anggota. Karena itu, kerja pengurus selama setahun akan dievaluasi oleh anggota, sejauh mana kinerjanya sehingga koperasi bisa sehat dan sukses.

“Secara empiris Koperasi merupakan ekonomi kerakyatan yang bisa membantu ekonomi masyarakat, baik secara langsung maupun secara mikro, dan di buktikan dengan jasa dan prosedur yang sederhana karena prinsipnya dari anggota dan untuk anggota,” jelas Subadi.

Melalui RAT, menurut Ka. Kankemenag, para anggota dapat menilai pertanggung jawaban pengurus, prestasi kerjanya, dan penilaian manfaat yang ditimbulkan untuk anggotanya. “Keberadaan KP-RI benar-benar dapat memberi manfaat bagi seluruh anggota, karena itu salah satu ciri koperasi yang sehat,” ujarnya.

“Yang terpenting adalah tingginya partisipasi anggota untuk bersama-sama mengembangkan koperasi ini. Kepada pengurus terpilih agar ke depan mampu melahirkan pemikiran-pemikiran yang maju, berinovasi untuk menghadapi tantangan kedepan, pengurus harus pinter, bener dan kober,” tambahnya.

Dia menambahkan, dengan aset dan SHU yang besar, dia yakin kebutuhan anggota akan mampu dilayani dengan baik. Namun, menurut dia tidak hanya berhenti di situ, sehingga perlu ada terobosan usaha agar pendapatan bisa meningkat, untuk kesejahteraan anggota.

Untuk menjadi koperasi yang baik di butuhkan kejujuran dari pengurus dan anggota koperasi. indikasi kesuksesan koperasi bisa di lihat dari aspek aset/kekayaan yang besar, sehingga SHU juga besar. Kemudahan anggota dalam proses pinjaman lancar tidak macet, akuntabilitas pengelola dan pengawas yang baik dan amanah.(Mursyid-Heri/Sua)