Keberadaan Rohis Diharapkan Mampu Mencetak Generasi Yang Sholeh dan Sholehah

Wonogiri – Di tengah perkembangan zaman yang semakin mengglobal dan arus informasi yang semakin cepat, Kepala Kemenag Kab. Wonogiri, H. Subadi di hadapan pengurus Rohani Islam (Rohis) Kabupaten Wonogiri berharap  eksistensi Rohis semakin di tingkatkan khususnya dalam ikut mencetak generasi yang sholeh dan sholehah.

Kementerian Agama secara konsisten terus-menerus berupaya menekan dan menangkal berkembangnya pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Salah satunya dengan menggencarkan upaya internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil a’alami melalui kegiatan Rohis di Sekolah. Kegiatan yang digelar Rohis di antaranya berupa tahfizdul quran, kajian, khutbah jumat dan kegiatan lain.

Komitmen tersebut di harapkan, Organisasi kerohanian Islam siswa siswi SMA/SMK itu  benar-benar mampu menjadi wadah peserta didik untuk menciptakan generasi muda yang memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dan toleran.

Pembekalan tersebut di sampaikan Ka. Kankemenag Wonogiri, Subadi dalam acara pembinaan Kerohanian Islam (Rohis), Rabu (18/04) di Aula Kankemenag Wonogiri, yang di ikuti 50 Pengurus Rohis SMA/SMK di Wilayah Wonogiri.

Bertindak sebagai nara sumber dalam acara tersebut antara lain, Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi. Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dan Dosen IAIN Walisongo Muh Julijanto

Untuk itu kegiatan Kerohisan menurut Subadi di harapkan dapat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan wawasan Islam rahmatan lil’alamin pada siswa SMA dan SMK di Kota Gaplek yang merupakan pengurus kerohanian dan keislaman (Rohis) di sekolah masing-masing

“Kepada peserta didik SMA dan SMK untuk bisa membentengi moral dari arus globalisasi serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan, ketaqwaan, berakhlaq mulia, serta mempererat ukhuwah Islamiyah, membina persaudaraan, toleransi beragama dan kesatuan bangsa,” harap Subadi

Untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan makmur, tidak hanya dibutuhkan generasi yang cerdas dan kreatif, tetapi juga berakhlakul karimah dan mampu menjadi rahmat bagi semesta. Untuk itu, internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan sikap moderat menjadi keharusan. (Mursid_heri/Wul)