Keberhasilan Zakat Tergantung Pada Pendayagunaan dan Pemanfaatannya

Wonogiri – Keberhasilan zakat tergantung kepada pendayagunaan dan pemanfaatannya dan amanahnya pengelola zakat tersebut dalam menyalurkannya, termasuk memberi modal untuk mustahik agar dikelola secara produktif, seperti modal usaha, alat kerja, alat produksi, modal peternakan, modal bibit dan usaha produktif lainnya. Oleh sebab itulah kegiatan pemberdayaan zakat produktif harus dilaksanakan.

Zakat yang Produktif diharapkan mampu memberi solusi terhadap kemiskinan dan permasalahan ekonomi sehingga dengan kegiatan ini dapat memotivasi pengelola Zakat agar lebih professional dalam mengelola zakat menjadi zakat produktif.

Penyaluran zakat bukan dengan cara memberikan ikan yang bisa langsung dimasak namun bagaimana mendayagunakan kail sehingga bisa mendapatkan ikan yang lebih banyak. Peran inilah yang seharusnya menjadi ‘ruh’ dalam menyalurkan zakat, yakni memberdayakan masyarakat. Demikian di sampaikan Kepala Kankemenag Wonogiri, H. Subadi  dalam acara rapat pleno UPZ Kankemenag Wonogiri, Jum’at (06/04) di Ruang Rapat Kankemenag Wonogiri yang di ikuti pengurus UPZ.

Menurut H. Subadi esensi dari Zakat adalah menjadikan harta lebih bersih, suci, baik dan berkah. Membersihkan dan menumbuhkembangkan harta serta menjaga harta dari noda dosa dengan keberkahan mentaati dan mengagungkan perintah Allah SWT, selain itu menyucikan jiwa dari noda bakil, kikir dan kerakusan serta ketamakan, menjauhkan diri dari bencana dan musibah serta berimplikasi nikmat dan rizki yang di berikan semakin bertambah dalam wujud kesehatan, ilmu maupun harta intinya selain investasi akhirat zakat juga menjadi investasi dunia dan mendatangkan kemaslahatan bagi umat.

Salah satunya UPZ Kemenag Wonogiri harus menyentuh Pondok Pesantren beserta untuk pemberdayaan SDM santri. Pondok pesantren telah terbukti memainkan peran sekaligus memberikan kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan umat Islam, lembaga yang menjaga dan menyiapkan santrinya kuat iman dan akhlaknya”, jelas Subadi.

Pondok pesantren secara empiris dan riil telah mampu berkontribusi kepada negara lewat tafaquhfiddinnya, namun kedepan ponpes harus mampu berkompetisi dalam berbagai aspek baik bidang seni maupun olahraga. (Mursyid _ Heri/Wul)