Kebhinnekaan Merupakan Rahmat Allah SWT

Pemalang – Pekan terakhir sebelum memasuki cuti bersama hari raya Idul Fitri tidak menyurutkan semangat jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Pemalang melalui kegiatan sahur dan sholat Subuh bersama, Selasa (20/6).

Sholat Subuh dilaksanakan di Masjid Baitul Ma’mur Dukuh Mentek Desa Wisnu Kecamatan Watukumpul. Kepala Kankemenag hadir bersama Camat Watukumpul, Kepala Subbag TU Kankemenag, Kepala KUA, Pengawas Madrasah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Watukumpul, dan Kepala Desa Wisnu.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang yang pada tingkat kecamatan ada Kantor Urusan Agama Kecamatan Watukumpul. Sudah 12 kecamatan yang kita jalani selama bulan Ramadhan, kurang dua kecamatan lagi,” tutur Taufik Rahman, Kepala Kankemenag membuka pembinaannya setelah sholat Subuh.

“Kedatangan kami juga dalam rangka mengajak, memotivasi masyarakat membudayakan sholat berjamaah di masjid. Hal ini sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid. Jangan hanya saat bulan Ramadhan saja kita semangat sholat berjamaah di masjid, dan ini umum terjadi di masyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya Taufik memberikan pembinaan terkait Pancasila. Menurutnya, Pancasila sudah tepat menjadi landasan NKRI dan sejalan dengan ajaran agama Islam. Misalnya sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, sesuai dengan ajaran agama Islam.

Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras yang merupakan rahmat bagi bangsa Indonesia. “Kebhinnekaan bangsa Indonesia merupakan rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu mari kita saling menjaga kerukunan di Indonesia. Saling rukun dalam urusan keduniawian maupun keagamaan,” terangnya.

Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, Taufik menghimbau umat Islam untuk menunggu pengumuman Pemerintah akan penetapan 1 Syawal tahun 1438 Hijriyah.

“Sebentar lagi bulan Ramadhan akan berakhir. Tidak usah bingung kapan kita akan melaksanakan sholat Idul Fitri. Pemerintah melalui Kementerian Agama akan melaksanakan sidang isbat 1 Syawal 1438 Hijriyah pada hari Sabtu petang besok. Mari kita ikuti jalannya sidang dan pedomani hasilnya,” himbau Taufik.

Ia meminta umat Islam untuk menghormati apabila ada ormas Islam yang penetapan 1 Syawalnya berbeda dengan ketetapan Pemerintah. Bagi umat Islam yang lebih awal melaksanakan sholat Ied, hormati umat Islam yang menggenapkan puasanya menjadi 30 hari, begitupun sebaliknya. (fi/rf)