Keluarga Jemaah Memadati Asrama Haji Donohudan

Boyolali – Hujan gerimis mengiringi kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Boyolali yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19. Menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6805 lepas landas dari Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz (KAA) Jeddah pada pukul 02:30 WAS kemudian transit di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh untuk melakukan pengisian bahan bakar, selanjutnya mendarat di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Boyolali pada pukul 19:12 WIB.

Kloter 19 pada saat berangkat berjumlah 360 jemaah dengan rincian 351 berasal dari Kabupaten Boyolali, 4 dari Kabupaten Tegal dan 5 orang petugas, pada saat kembali ke Tanah Air utuh berjumlah 360 jemaah dengan rincian 5 orang petugas, 353 jemaah Kabupaten Boyolali karena ada mutasi masuk 2 jemaah dari kloter 21, 2 jemaah Kabupaten Karanganyar mutasi masuk dari kloter 20 dan 25 serta ada mutasi keluar 4 jemaah Kabupaten Tegal yang kembali ke kloter asalnya di kloter 1 dan 2. Dari pantauan aplikasi Sistem Informasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Generasi 2 pada kloter 19 tidak ada catatan jemaah wafat maupun yang dirawat di Arab Saudi.

Suasana cukup ramai di pelataran Asrama Haji Donohudan Boyolali, pasalnya kloter yang datang berasal dari Kabupaten Boyolali tempat yang menjadi lokasi Debarkasi Solo. Nampak hiruk-pikuk keluarga jemaah yang ingin menyambut kedatangan sanak keluarga mereka yang berangkat haji. Cuaca gerimis tidak menyurutkan hasrat mereka untuk dapat bertemu langsung dengan familinya saat tiba di depan Gedung Muzdalifah.

Tampak berjaga Satuan Petugas (satgas) dari Bidang Keamanan yang berasal dari Kepolisian Resor (POLRES) Boyolali dan Komando Distrik Militer (KODIM) Boyolali dibantu Satgas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo lainnya untuk mengatur dan menjaga sterilisasi wilayah demi kelancaran dan keselamatan jemaah haji semua.

Sekretaris PPIH Noor Badi berharap agar Bidang Keamaan Satgas PPIH Debarkasi Solo dapat melakukan tugas pengamanan dengan baik serta menghimbau kepada para keluarga dari jemaah haji yang akan menyambut dan menjemput kedatangan sanak famili mereka yang berhaji untuk bisa tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Kami memahami kerinduan pihak keluarga kepada sanak famili mereka yang telah meninggalkan mereka selama 40 hari melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, namun sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pada Petunjuk Teknis Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji pada Embarkasi/Debarkasi Solo tahun 2016 kami menghimbau agar semuanya bisa tertib dan mengikuti aturan aturan yang berlaku khusus di area-area yang steril bagi pengunjung,” tegas Noor Badi saat melakukan pemantauan kedatangan kloter 19 di depan Gedung Muzdalifah, Minggu (25/09).

Dengan kedatangan jemaah haji dari Kabupaten Boyolali berarti sudah 19 kloter yang telah tiba di Debarkasi Solo, sedangkan untuk hari ini masih ada 1 kloter yakni kloter 20 asal kabupaten Karanganyar yang akan tiba di Asrama Haji pada pukul 21:31 WIB.

“Sebanyak 6,795 jemaah haji telah mendarat di Bandara Adi Soemarmo Boyolali dan telah diserahkan oleh PPIH Debarkasi Solo kepada petugas daerah masing-masing, sampai dengan saat ini tercatat 29 jemaah haji Debarkasi Solo yang wafat di Tanah Suci, 17 jemaah dirawat di  Tanah Suci dan 5 jemaah dirawat di Rumah Sakit Moewardi Solo,” urai Noor Badi yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. (gt/gt)