Keluarga Sakinah Contoh dan Cerminan di Masyarakat

Klaten – Rombongan tim penilai Keluarga Sakinah Tingkat Propinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan, survey tempat tinggal dan wawancara secara langsung dengan masyarakat sekitar di kediaman Dedy Purwanto (27/05), bertempat tinggal Girimarto Tlingsing Kec. Cawas Klaten. Merupakan tindak lanjut dalam rangka tahapan penilaian Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Propinsi Jawa Tengah, yang sebelumnya telah melalui tahap ujian tertulis dan wawancara yang dilakukan di Semarang beberapa waktu yang lalu, untuk mensinkronkan dan mencocokkan apa yang sudah disampaikan di dalam profil dengan realitas yang ada di lapangan sebenarnya. Hadir dalam acara tersebut seluruh komponen masyarakat sekitar, Kasi Bimas Islam se-Solo Raya, seluruh pengasuh sekolah, muspika koramil dan juga pejabat dilingkungan Kec. Cawas.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Mustari mengatakan, bahwa kita harus bangga salah satu pasangan terbaik keluarga sakinah dari Kab. Klaten mendapat kehormatan untuk mewakili eks karesidenan Surakarta dalam pemilihan keluarga sakinah tingkat Provinsi Jateng yang diikuti oleh 6 keluarga se-Jateng, ini merupakan salah satu sosok yang bisa menjadi keteladanan, contoh dan cerminan di tengah-tengah masyarakat semua, melalui kiprah dan sepak terjangnya di masyarakat.

“Kabupaten Klaten dari tahun 2011 mewakili Solo Raya juara 3, tahun 2012 juara 2, 2013 juara 2, 2014 diwakili dari Boyolali, 2015 dari Klaten juara harapan 1, 2016 kembali dari Klaten, mudah-mudah tahun ini mendapatkan nomor terkecil sebagai kenang-kenangan purna tugas saya,” tutup Mustari.

Ditambahkan, ini salah satu upaya dari tim penilai untuk melengkapi informasi yang telah disampaikan sebelumnya, dengan melihat langsung perannya di bidang pendidikan, dakwah dan pembinaan ekonomi umat, mendidik anak-anaknya.

”Banyak disuguhkan di media massa selalu yang jelek-jelek, seolah-olah Indonesia ini bobrok, tetapi banyak sosok keluarga sakinah yang bisa diteladani tetapi kurang di ekspose,” tandas Mustari Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saifulloh selaku Ketua Tim koordinator penilaian, menyampaikan sering kita dengar anak membunuh ibunya, ibu membunuh anaknya, pemerkosaan, seolah-olah jelek semua, untuk itulah sudah menjadi event tahunan Kanwil lomba keluarga sakinah untuk mendapatkan sosok yang dapat meneladani keluarga, tetangga dan masyarakat.

“Jangan sampai keluarga sakinah putus mata rantainya dan harus terus tumur temurun, tapi keluarga broken home kita putus rantainya dengan cara pendidikan keluarga sakinah, jangan sampai berita keluarga sakinah kalah dengan berita negatif”, ini merupakan salah satu program dari Kemenag,” tegas Saifulloh.

Kriteria penilaian diantaranya hubungan intern keluarga, komunikasi dengan masyarakat/hubungan eksternal, ukhuwah islamiyahnya, sosial, pernikahan yang sah dibuktikan buku nikah dengan usia perkawinan 30 tahun, pengamalan menghayati agama Islam, dan menghidupi keluarga dengan rejeki yang halal. Hadir dalam rombongan tim penilai Agus Suryo, Zainal Fatah, Hamdani, Ulya dan juga dari BKKBN dan PKK provinsi Jateng. (AguJun/gt)