Kembangkan dan Manfaatkan Aset Wakaf di Kabupaten Boyolali

Boyolali (Humas) – Sebanyak 12 orang pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Boyolali secara resmi dilantik oleh Ketua BWI Jawa Tengah, Musman Tolib, di Pendopo Alit Kabupaten Boyolali Rabu, (30/01). Ketua Badan Pelaksana Perwakilan BWI Kabupaten Boyolali dipimpin oleh Ngatirin,  dan Muh. Mu’alim sebagai Wakil Ketua.

 Setelah melantik 12 pengurus BWI Kabupaten Boyolali, Musman Tolib, berharap BWI dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Banyak hal yang dapat dikembangkan dengan memandatkan aset wakaf, terutama wakaf produktif yang dikelola oleh BWI Kabupaaten Boyolali. Dengan adanya BWI Kabupaten Boyolali, aset wakaf yang ada dapat dikembangkan secara produktif dan mampu menggali dan memanfaatkan potensi yang tersebar di Kabupaten Boyolali.

“Pada dasarnya, jika umat Islam memiliki kemauan dalam mengelola wakaf, maka akan meningkatkan potensi ekonomi umat secara adil dan merata. Gambaran ideal ini, sebagaimana dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah. Saat ini, Masjid Agung Jawa Tengah memiliki berbagai unit ekonomi seperi, Hotel, Mini Market yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemberantasan kemiskinan dan memajukan pendidikan harus melibatkan semua pihak, termasuk dari Wakaf ini,” kata Musman.

Di hadapan Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, Musman Tolib, juga menyampaikan dukungannya menjadikan Boyolali sebagai awal kebangkitan ekonomi Islam. Sebab, potensi umat, kekayaan alam, intelektual dan lain sebagainya cukup memadai. Dalam kesempatan itu, Musman juga mengingatkan, agar potensi besar terwujud maka umat Islam ini harus bersatu dan memiliki tekad yang sama demi kemajuan masyarakat secara adil dan merata. Adapun tugas BWI antara lain, melakukan pembinaan terhadap nazhir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf. Selain itu, BWI juga diharapkan mampu melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskala nasional dan internasional.

“Saya berharap dengan dilantiknya BWI Kabupaten Boyolali dapat menjadi tonggak kebangkitan ekonomi islam,” ujarnya

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, mengatakan sangat mendukung atas berdirinya perwakilan BWI Kabupaten Boyolali. Said Hidayat  berharap kepada para pengurus BWI Boyolali, hendakanya mampu mengemban tugas dan amanah dalam memajukan perwakafan di kabupaten Boyolali serta mendorong BWI ikut dalam pengembangan ekonomi mikro, lewat pembukaan minimarket dan kampus pendidikan berbasiskan wakaf. Kedepan, diharapkan, akan lahir pemikiran dan kontribusi positif intelektual Islam khususnya di Boyolali untuk ikut merumuskan pola pembangunan yang paling ideal.

“Jalankan tugas sebaik baiknya dan amanah dalam memajukan perwakafan di kabupaten boyolali, serta kembangkan ekonomi mikro di kabupaten boyolali melalui aset wakaf yang dikelola oleh BWI” ujarnya

Dalam kesempatan itu, Said juga mengingatkan, agar potensi besar terwujud maka umat Islam ini harus bersatu dan memiliki tekad yang sama demi kemajuan masyarakat secara adil dan merata. Adapun tugas BWI antara lain, melakukan pembinaan terhadap nazhir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf. Selain itu, BWI juga diharapkan mampu melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskala nasional dan internasional. Selain itu BWI Boyolali juga, dapat memberikan persetujuan dan atau izin atas perubahan peruntukan dan status harta benda wakaf. serta dapat memberikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah dalam penyusunan kebijakan di bidang perwakafan.(Soerya/jaim)