Kembangkan Potensi Peserta Didik, Agar Menjadi Insan Mulia dan Bertanggungjwab

Kota Mungkid – Pengembangan potensi peserta didik agar menjadi insan yang mulia dan bertanggungjwab menjadi tujuan utama pendidikan. Hal itu disampaiakan Kepala Kankemenag Kab. Magelang Zainal Fatah pada acara pisah sambut  Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Magelang di Aula setempat, Selasa (7/9/2021).

Zainal Fatah menyampaikan MTSN 4 Magelang telah dapat mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kepada pejabat baru Kepala MTSN 4 Magelang Burhanuddin  diharapkan agar mengoptimalkan SDM yang ada, beradaptasi, mempertahankan, dan melanjutkan prestasi yang selama ini telah MTSN 4 Magelang.

Pada waktu itu telah dilaksanakan kegiatan pisah – sambut  Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Magelang dari Bapak H Tasimin, S.Ag., M.S.I (Kepala Lama) dan menyambut Bapak Drs. Fahrurozi dari MAN Salatiga sebagai Kepala yang Baru di MTs. Negeri 4 Magelang.

Acara pisah sambut Kepala MTs.N 4 Magelang dihadiri oleh Bapak Kepala Kankemenag, Kasi Penma, Pengawas Madrasah, Forkompincam Grabag, Guru-guru dari MAN Salatiga, Komite MTs. N 4 Magelang serta Keluarga besar MTs.N 4 Magelang yang pelaksanaanya tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Acara pisah sambut ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pelantikan Kepala Madrasah yang telah dilaksanakan pada Senin, 23 Agustus 2021 di Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah.

Sambutan dari Kepala Madrasah Lama Tasimin menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf kepada semua tamu undangan dan mitra kerja. Beliau juga menyampaikan tentang prestasi yang telah diraih oleh madrasah, capaian pembangunan, dan program yang belum dicapai selama periode beliau.

Kemudian Kepala Madrasah yang Baru, Fahrurozi, menyampaikan tentang filosofi Jawa dari Dr. H. Saadi tentan 5 L (langsar, lengser, lungsur, lingsir, longsor). Beliau juga mengajak semua guru untuk menghayati 5 budaya kerja Kemenag: Integritas, profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan. (toy/Sua).