Kemenag Batang serahkan bantuan pada TMMD Reguler ke-94

Batang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang menghadiri acara Pembinaan Keluarga Sakinah bagi Remaja Pranikah dan Penanggulangan Bahaya ISIS yang merupakan rangkaian kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-94 Tahun 2015 Wilayah Kodim 736 Batang di desa Amungrogo Kecamatan Limpung Kabupaten Batang pada hari Kamis (14/5). Hadir dalam acara tersebut Komandan Rayon Militer Limpung dan Jajarannya, Muspika Kec. Limpung serta kepala Desa Amongrogo beserta jajarannya.

Dalam sambutannya Noor Rosyid Kepala Kementerian Agama Kab. Batang mengatakan bahwa melalui TMMD Reguler Kementerian Agama beserta TNI dan Rakyat membangun desa baik fisik dan non fisik secara seimbang. Secara fisik Kementerian Agama memberikan bantuan sembako berupa beras dan uang Rp. 50,000.- untuk 80 dhuafa senilai Rp. 8,000,000.- yang bersumber dari UPZ Kantor Kemenag Kab, keramik 150 sak dan semen 50 sak senilai Rp. 11,250,000.- yang bersumber dari UPZ Kantor Kemenag Kab. Batang untuk TPQ dan Madin, Al Quran, Tafsir, Juz Amma dan Yasin sebanyak 270 buah, bantuan buku-buku Agama untuk Perpustakaan Masjid sebanyak 260 judul buku, mukena bersih untuk masjid dan Musholla sebanyak 44 buah serta bantuan dana Rp. 50,000,000.- untuk pembangunan Masjid. Sedangkan bantuan non fisik berupa penyuluhan keluarga sakinan pra nikah, penanggulangan bahaya ISIS. Dan konsultasi pelayanan keagamaan setiap hari di posko TMMD Kantor Kementerian Agama Kab. Batang.

H. Abdullah Najib Kepala KUA Limpung dalam pembinaan keluarga sakinah pra nikah menyoroti tentang pentingnya kita menyiapkan anak-anak kita yang secara umur sudah dapat dinikahkan dimana batas minimal usia nikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki, persiapan mental agama menjadi sangat penting bagi calon pengantin, sehingga kita orang tua untuk selektif dalam menentukan dan memilihkan calon menantu, dimana pilihan pertama harus pada Agamanya.

Pada penanggulangan bahaya ISIS, Masykur Penyuluh Agama Islam wilayah Kecamatan Tersono menjelaskan bahayanya ISIS bagi kelangsungan NKRI. Dikatakan bahwa ISIS yang berasal dari Iraq telah masuk ke Indonesia dengan berbagai cara yang dibidik adalah generasi muda, untuk itu kita harus selalu mewaspadai pergerakannya dengan mengefektifkan Madin, TPQ, Majelis Taklim dengan mengajarkan prinsip-prinsip Agama Islam yang jelas. Sehingga para generasi muda kita tidak mudah terpengaruh oleh aliran-aliran Islam Radikal, dan kita sadar bahwa Islam itu adalah ajaran yang Rahmatan lil ‘alamin. (Sugiedi-Kemenag Batang)