Kemenag Bekali Calon Jemaah Haji melalui Manasik Haji

Klaten – Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas di berbagai sektor kehidupan semakin tinggi, termasuk tuntutan terhadap pelayanan dalam bimbingan manasik haji. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten bekerja sama Yayasan Al Mabrur, Yayasan Jamaah Haji dan pengurus daerah IPHI Kabupaten Klaten di Gedung Al Mabrur komplek RSI Klaten menyelenggarakan manasik haji yang diikuti 742 jamaah calon haji Kabupaten Klaten tahun 2016M/1437H.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Mustari mengatakan, ibadah haji dapat dilihat dari dua sisi. Sisi syar’i, ibadah haji merupakan perintah agama bahwa Allah telah mewajibkan kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu untuk melaksanakan (QS Al Imron 97), bapak dan ibu yang hadir ini termasuk pilihan Allah, harus disyukuri telah mendaftar 6 tahun yang lalu, Insya Allah tahun ini akan berangkat melaksanakan ibadah haji, daftar tunggu sekarang sampai 21 tahun.

Ditambahkan, dilihat dari sisi perundang-undangan di Indonesia merupakan amanah UU no 13 tahun 2007 tentang penyelenggaraan ibadah haji, merupakan tugas nasional yang harus dilaksanakan dengan melibatkan beberapa kementerian.

“Kementerian Agama sebagai leading sector dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan membangun kerjasama dalam memberikan layanan masyarakat, sesuai amanah undang-undang hal-hal yang harus diberikan calhaj diantaranya pembinaan pra haji dan pasca haji,” ungkap Kepala Kankemenag.

Lebih lanjut Mustari mengatakan, manasik haji merupakan pembinaan pra haji yang sangat penting selain memberikan pengetahuan tentang tata cara menjalankan haji tetapi juga mengingatkan kembali pengetahuan tentang aturan dan rukun secara keseluruhan yang tertera di dalam Al-Quran dan Al-Hadist.

“Setelah melaksanakan haji selama kurang lebih 38 hari agar terjaga kemabrurannya di tanah air dengan mengikuti kegiatan di IPHI baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa,” harap Mustari.

”Kabar gembira bagi calhaj, untuk tahun ini ada perbedaan dari tahun sebelumnya, salah satunya tempat pemondokan hanya terdiri dari 6 titik daerah dekat Masjidil Haram, selama 12 hari mendapatkan jatah makan 2 kali yaitu makan siang dan malam yang tahun sebelumnya hanya mendapatkan jatah makan sekali,” imbuh Kakankemenag.

Beberapa materi yang diberikan dalam manasik haji, diantaranya tata cara perjalanan ibadah haji mulai dari awal hingga akhir, serta tentang ibadah haji lainnya. Untuk praktik simulasi haji dengan start mulai dari Gedung Al Mabrur menuju Asrama Militer Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV/Diponegoro, Danguran, Klaten Selatan sebagai akhir dari kegiatan manasik haji.(AgusJun)