Kemenag Bersama Polresta Magelang Ajak Dai Berdakwah Sejuk

Kota Magelang – Kementerian Agama Kota Magelang bersama Polresta Magelang Kota mengadakan pembinaan da’i kamtibmas dalam rangka mewujudkan pemilu tahun 2019 yang aman damai dan sejuk di Kota Magelang, Jumat (16/11) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Magelang. Turut hadir Kepala Kantor kementerian Agama Kota Magelang, Plh Bimas Islam, Kasatbimas polresta beserta jajaranya, dan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS sejumlah 30 peserta. Kegiatan di awali doa yang di pimpin oleh H. Abdurrosyid M.Hum dan di lanjutkan dengan menyayikan lagu Indonesia Raya.

Kasatbimas Poresta Magelang Kota, Komang Damayanti, S.H,  menyampaikan kehadiran di sini adalah ajang silaturahmi Polres dengan Penyuluh Agama PNS dan non PNS. Menghadapi pemilihan legislatif, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka di himbau para da'i untuk membantu mewujudkan Kota Magelang yang sejuk damai.

“Menghadapi pemilihan legislatif, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, maka di himbau para da'i untuk membantu mewujudkan Kota Magelang yang sejuk damai dalam menyampaikan dakwahnya dan mengutamakan kehidupan rukun. Perbedaan pilihan jangan menjadi jarak dan permasalahan, karena da'i menjadi panutan masyarakat, baik perkataan perbuatan dan tingkah laku di masyarkat,” harap Komang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Anif Solikhin menegaskan “Bahwa prinsip prinsip dalam berdakwah diharapkan mengedepankan hikmah dan persatuan kedamaian,” katanya.

Beliau mencontohkan negara-negara di belahan dunia yang semula kokoh berdiri kuat akhirnya hancur saling perang antar suku agama saudara sendiri sendiri akibat ego dan terprovokasi dari pihak yang menginginkan kehancuran, hal ini jangan sampai terjadi di Indonesia, apalagi dalam waktu waktu terakir menjelang  demokrasi yang sangat rawan perbedaan. ”Karena perbedaan akan selalu ada sampai akhir zaman, maka sikapilah dengan bijaksana,” tambah Anif.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai da’i di wilayah Kota Magelang dan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan kondisi yang aman. “Ahli ilmu, dai, ulama, para ustadz, dan kyai” sebagai salah satu pilar dalam mewujudkan kedamaian, karena dianggap sebagai contoh dalam kehidupan bermasyarakat.(Afi/Sua)