Kemenag Bukan Pengintervensi, Tapi Penstimulus Bagi Pontren

Pati – Seiring dengan perkembangan pondok pesantren yang semakin dinamis, maka peran serta Pemerintah melalui Kementerian Agama menjadi sangat penting. Peran Kemenag dalam hal ini bukan mengintervensi pesantren akan tetapi berupa pemberian stimulus.

Hal ini dikemukakan Kepala Seksi Pondok Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kankemenag Kabupaten Pati Ruhani, pada kegiatan rapat koordinasi Forum Komunikasi pondok Pesantren (FKPP) se Kabupaten Pati, di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Rabu (28/02/2018)

Peserta yang hadir dalam pertemuan ini adalah para pengurus FKPP dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Pati sejumlah 40 orang. Selain membahas perkembangan pesantren terkini, pertemuan ini juga dalam rangka menindaklanjuti permohonan pemutakhiran data pondok pesantren kepada Kasi PDPontren, serta sosialisasi emis dan persiapan kemah santri nusantara untuk tingkat provinsi yang direncanakan dilaksanakan bulan Mei mendatang, bertempat di Blora, sedangkan untuk tingkat nasional bulan Oktober di jambi. Untuk cabang lomba perkemahan antara lain PBB, debat bahasa arab, debat bahasa inggris, TTG atau teknologi tepat guna, dan pentas seni. Semua kegiatan tersebut masih bersifat persiapan karena juknisnya belum turun, terang Ruhani.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKPP Kabupaten Pati, KH. Mujiburrohman atau yang dikenal dengan sebutan Gus Mujib melaporkan, Rakor ini dilaksanakan dua bulanan dalam rangka menjalin komunikasi dan silaturrahim antar pondok pesantren. FKPP yang kini sudah memiliki akta notaris ini dibentuk untuk mensinergikan visi dan misi forum dengan program pemerintah daerah, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mujib, sapaan akrabnya, mendorong agar FKPP mampu memberikan pemahaman tentang pentinganya legal-formal pesantren.

Hal ini sebagai identitas pesantren secara resmi, karena masih banyak pesantren yang tak peduli dengan pendataan tersebut. Berbagai kalangan baik pemerintah hingga swasta harus bersama-sama memberikan perhatian kepada pesantren, imbuhnya.

Menurut pengasuh PP Al Hikmah Kajen Margosoyo sekaligus sebagai ketua RMI ( robithoh ma'ad islamiyah) Kab. Pati ini, hal itu menjadi modal penting dalam menggerakkan kepentingan dan kebutuhan pesantren bersama-sama. Memahami pesantren harus secara substantif tak bisa melihat permukaan belaka,” papar Gus Mujib.

Ia berharap dengan hadirnya FKPP ini bisa menampung berbagai macam aspirasi dan kepentingan. Kekuatan pesantren bisa menyuarakan secara bersama-sama apa yang menjadi keinginan dalam wadah FKPP ini, pintanya

Tentu keberpihakan terhadap ahlus sunnah wal jama’ah, kerukunan, kebersamaan menjadi ukuran penting untuk membangun bangsa. selain itu, sinergitas dengan berbagai pihak harus terjalin dengan baik, tandasnya.

Dengan pertemuan rutin ini diharapkan bisa saling berbagi pengalaman sehingga terbentuk kemandirian pondok pesantren, baik itu mandiri secara ekonomi maupun ideologi, khusus untuk pertemuan ini, merencanakan seleksi antar ponpes di tingkat. Kabupaten Pati, pungkasnya. (Athi’/bd)