Kemenag Cilacap Teken MoU Dengan RSU Santa Maria

Cilacap – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap Mughni Labib dan Direktur RSU Santa Maria Cilacap Liliana Trisnawati Prasetyo, Kamis (16/2) menandatangani  nota kesepahaman  layanan keagamaan bagi pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Santa Maria Cilacap dalam bentuk  Memorandum of Understanding  (MoU) di Aula Kankemenag Kab. Cilacap.

Dalam sambutannya, Kakankemenag mengucapkan terima kasih kepada direktur RSU Santa Maria Cilacap atas rintisan kerja sama layanan keagamaan. Pihaknya juga mengapresiasi atas proaktifnya pihak RSU Santa Maria yang akhirnya membuahkan kerja sama secara nyata.

“Saya berharap kerja sama layanan keagamaan ini akan bisa meningkatkan kualitas hidup umat beragama di Kabupaten Cilacap. Hal ini sesuai misi Kementerian Agama, yakni menyediakan layanan keagamaan yang merata dan berkualias. Di manapun masyarakat berada, mereka berhak mendapatkan layanan keagamaan. Kementerian Agama berkwajiban memberikan hak mereka, termasuk di RSU Santa Maria Cilacap. Sebelumnya kami juga telah bekerja sama dengan RSI Fatimah dan RSUD Cilacap. Ini merupakan kerjasama yang ketiga kalinya kami menjalin MoU dengan rumah sakit,”katanya.

Dikatakan pula, secara umum, manusia akan membutuhkan pencerahan, terutama saat mengalami musibah. Terlebih bagi mereka yang mengalami sakit kronis. Para medis dan obat sudah tidak mampu mengatasinya. Tidak sedikit ternyata pasien bisa sembuh karena semangatnya.

Karenanya, layanan keagamaan juga agar bisa memotivasi sekaligus menjadikan obat bagi masyarakat, khususnya para pasien di RSU Santa Maria Cilacap. Dimana dokter hanya bersifat memfasilitasi, sedangkan tingkat kesembuhan terutama berada pada pasien itu sendiri.

Yang tidak kalah pentingnya adalah jika terdapat pasien yang meninggal di RSU Santa Maria dan kebetulan beragama Islam. Maka pengurusan jenazah harus secara agama Islam, dan jika Kristen juga secara Kristen, begitu pula dengan yang Hindu, Budha mupun Konghucu.

Sementara itu, direktur RSU Santa Maria Cilacap juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan Kemenag berkerja sama. dr Lili begitu panggilan akrabnya, berharap agar layanan kerohanian di tempatnya bisa memberikan efek positif bagi pasien.

Di rumah sakit, selain perawatan, pasien juga harus berada dalam situasi yang tenang. Untuk mencapai kesembuhan pasien harus tenang terutama jiwa dan pikirannya. Menurutnya, ketenangan lahir dan batin merupakan unsur terpenting menuju kesembuhan. Oleh sebeb itulah, pihaknya menjalin kerja sama layanan keagamaan dengan Kemenag.

“Walaupun RSU Santa Maria adalah yayasan dari masyarakat Katolik, namun mayoritas pasiennya beragama Islam. Untuk itu kami juga memerlukan tenaga kerohanian yang beragama Islam. Layanan kerohanian ini sekaligus sebagai wujud nyata terbinanya kerukunan dan toleransi kehidupan beragama di tempat kami. Untuk itu saya menyampaikan terima kasih kepada Kemenag atas bimbingan dan layanannya,”ungkapnya.(on/bd)