Kemenag diharapkan Aktifkan Program PSN

Kota Pekalongan – Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan diharapkan ikut berperan aktif untuk menanggulangi penyakit demam berdarah di Kota Pekalongan khususnya dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di tempat-tempat ibadah seperti masjid, pondok pesantren, madrasah dan lainnya, demikian disampaikan Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinkes, Tuti Widayanti  dalam rapat kordinasi di Aula Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Selasa (11/04). 

Kegiatan rakor dimulai pukul 08.30 wib dihadiri perwakilan dari skpd terkait, dan lintas sektoral, dilaksanakan dalam rangka pencegahan perkembangan dan penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang merupakan salah satu penyakit menular berbahaya karena dapat menimbulkan kematian. Diharapkan di Kota Pekalongan angka kematian akibat penyakit tersebut semakin menurun. 

Pada kesempatan tersebut, Tuti menjelaskan upaya pencegahan penularan DBD dengan pengasapan atau foging tidak akan berjalan efektif apabila tidak diikuti pemberantasan sarang nyamuk. Pasalnya pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk masih bisa berkembang biak. Pencegahan dapat dilakukan dengan 3M Plus, Menguras, Mengubur, dan Menutup plus memberi Abate pada tempat-tempat yang memungkinkan nyamuk untuk bersarang.                                                                           

“Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah mewabahnya DBD di Kota Pekalongan yakni program Gerakan Serentak (gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), rencananya akan dilaksanakan Jumat (28/4/2017) berbarengan dengan acara Sepeda sehat K3 Kota Pekalongan di Gedung Olah Raga (GOR) Medono, dan terus digiatkan jajaran skpd terkait termasuk Kemenag Kota Pekalongan, bersama masyarakat wilayah setempat,” jelas Tuti. 

Program ini diselenggarakan atas kerjasama Dinas Kesehatan dan Pemkot Pekalongan bersinergi dengan beberapa skpd terkait. Gertak PSN meliputi sosialisasi mengenai Virus Dengue, Nyamuk Aides Aegepty, dan bahaya Penyakit Demam Berdarah dan akan dilanjutkan dengan Foging. 

Lebih lanju,Tuti menambahkan nantinya beberapa siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah masing-masing mengirimkan 10 anak, akan dilibatkan dalam acara Gertak PSN, selanjutnya turut bersama membersihkan selokan, tempat penampungan air, dan juga lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat bersarang nyamuk.

“Sebelumnya mereka akan diberikan pelatihan dari Puskesmas, nantinya juga akan dilibatkan memeriksa keberadaan jentik nyamuk di sekolah/madrasah dan rumah-rumah penduduk,” kata Tuti. 

Menindaklanjuti hasil rakor tersebut, Kemenag memberikan himbauan kepada takmir masjid, pengurus mushola maupun pondok pesantren dan madrasah agar tidak bosan mengingatkan kepada masyarakat sekitar maupun lingkungannya untuk melakukan upaya pengendalian dan pencegahan dini menularnya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

“Kegiatan PSN dilingkungan Kemenag Kota Pekalongan sudah sering dilaksanakan, seperti bersih-bersih dilingkungan madrasah, namun tidak terekspos,” kata Kasi Penmad Kemenag Kota Pekalongan  Masruri, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/04).

Hal senada juga disampaikan Kasi Bimas Islam  Masrukhin, dan Kasi Pakis Kemenag Kota Pekalongan  Irwan Abbas telah menindaklanjuti hasil rakor PSN dengan melibatkan penyuluh agama agar dalam setiap penyuluhan menyisipkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat baik di lingkungan pribadi, lingkungan kantor, madrasah, dan pondok pesantren.(ms/rf).