Kemenag Dorong Perkembangan Kampung Wisata Bahasa Bernuansa Syariah

Karanganyar – Hadiri Festival Kampung Wisata Bahasa di Desa Pakel, Kecamatan Karangpandan, (29/11), Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Karanganyar, Wiharso berkomitmen mendorong perkembangan desa tersebut. Kampung wisata Bahasa yang dirintis oleh Pondok Pesantren Isy Karima ini digadang sebagai tempat terbaik warga untuk belajar tiga bahasa, Arab, Inggris dan Jawa.

Dalam pernyataannya, Kasubbag TU mengatakan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar selaku yang membawahi Pondok Pesantren terus mendukung ide kreatif yang dimiliki oleh lembaga dibawahnya. Terlebih ide tersebut sangat bermanfaat untuk kemajuan diberbagai bidang, baik pendidikan maupun social dan budaya.

“Ponpes ini kan dibawah binaan kita, Kementerian Agama. Kita akan selalu mendorong dan siap bekerjasama terkait program-program unggulan yang bermanfaat untuk masyarakat. Kemenag ini memiliki banyak unsur, mulai dari jumlah pegawai, ormas keagamaan, tokoh agama, dan lain sebagainya dan itu akan kita dorong juga untuk membantu memasarkan kampung wisata Bahasa yang luar biasa.” Ujar Wiharso.

Kampung wisata yang menawarkan pembelajaran Bahasa Arab, Inggris dan Jawa ini tidak semata-mata fokus dalam bidang seni budaya dan Bahasa saja, melainkan terdapat nilai-nilai religius yang menyertainya karena berdekatan dengan Ponpes Tahfidzul Qur’an Isy Karima.

Sejak di munculkan idenya setahun lalu oleh Bupati, Wakil Bupati, serta Tokoh Agama di Kabupaten Karanganyar, Ustad Shihabuddin selaku Pimpinan Ponpes Isy Karima mengajak warga Desa Pakel untuk merealisasikan mimpi tersebut. Hingga akhirnya pada tanggal 29 November 2018, Kampung Wisata Bahasa ini secara resmi dibuka sebagai satu-satunya Kampung Wisata Bahasa Bernuansa Syariah.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat meresmikan Pakel Festival mengatakan bahwa dengan dibukanya kampung Bahasa ini, maka pandangan orang terhadap wisata yang bernuansa negatif akan berubah.

“Kampung Wisata Desa Pakel ini merubah citra wisata menjadi lebih baik. Tempat wisata yang biasanya identik dengan dem-deman (mabuk) akan berubah di tempat ini. Mari seluruh warga berupaya mengembangkan desa ini dengan menjual dagangan yang baik dan berkualitas agar semakin banyak wisatawan yang mampir kesini”. Kata Bupati.

Rencananya Pemkab Karanganyar akan membantu Desa Pakel untuk mengembangkan kawasan wisatanya. Disamping fokus ke pendidikan Bahasa Arab, Inggris dan Jawa, di dalam kampung ini juga akan didirikan hotel dan resto-resto untuk para wisatawan. Lebih dari itu, dalam waktu dekat akan dibangun lapangan/pacuan kuda berstandar Internasional seperti di Turki guna mensiarkan Sunnah Nabi berkuda. (ida-hd/bd)