Kemenag Gandeng FKUB Gelar Doa Lintas Agama

Purworejo – Prihatin dengan meningkatnya penyebaran covid-19, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo menggelar Doa Bersama Lintas Agama secara Virtual pada Jumat (23/7).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati Purworejo, Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purworejo, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Purworejo, ketua ormas keagamaan, dan seluruh pegawai Kankemenag dari rumah masing-masing secara virtual melalui Zoom Meeting maupun kanal Youtube Kemenag Purworejo.

Dalam laporannya, Kepala Kankemenag Fatchur Rochman menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan bertajuk Doa Bersama Lintas Agama ‘Untuk Kesehatan dan Keselamatan Bangsa’ tersebut. “Kita prihatin akan situasi pandemi ini. Maka diharapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo untuk berdoa dari rumah masing-masing agar Tuhan memberi rahmat, ampunan, dan perlindungan kepada seluruh umat manusia,” katanya. “Doa adalah penenang jiwa, senjata orang-orang beriman. Dan doa merupakan penumbuh optimisme pandemi segera berakhir,” sambungnya.

Seusai laporan penyelenggara, giliran Bupati Purworejo Agus Bastian menyampaikan sambutannya. “Saat ini negeri kita ditimpa musibah. Wabah covid merebak tak terkecuali Kabupaten Purworejo yang saat ini berada di level 3. Berbagai upaya masih dilakukan, penanganan warga terpapar diupayakan semaksimal mungkin. Satu persatu sanak saudara terpapar, berduka, namun tetap optimis bahwa Allah tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan kita. Semua cobaan atas ijin Allah. Dan perintah Allah yaitu berusaha dan berdoa kita upayakan terutama untuk pandemi. Sehingga kegiatan doa bersama ini kita apresiasi untuk menyertai upaya yang sudah kita lakukan selama ini,” tutur Bupati. Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam, Zulfah Kirom ini menayangkan lima pembaca doa yang merupakan tokoh di agama masing-masing yaitu KH. Farid Solihin (Islam), Rm. Herman Yosef (Katolik), Pdt. Daniel Suharto (Kristen), P.Md Vimalamano Gatot (Budha), dan Ramli (Konghucu). Adapun I Nyoman Wibawa yang didaulat untuk membacakan doa agama Hindu berhalangan karena sakit dan tidak ada pengganti. (sgy/bd)