Kemenag Gandeng Polrestabes, Budayakan Nilai Pancasila

Semarang – Bekerja sama dengan Polrestabes Semarang, Kementerian Agama Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila Bagi ASN, di Ruang Rapat Kankemenag, Jum’at (02/06).

Menghadirkan Wakasat Binmas Polrestabes Semarang, Maulud yang menyampaikan materi dengan tema Membangun Kota Semarang Yang Berkarakter Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI. Disampaikan bahwa era globalisasi melunturkan cara pandang dan membentuk karakter masyarakat yang cenderung apatis dan bertentangan dengan nilai luhur Pancasila.

“Beberapa permasalahan bangsa dan ancaman kamtibmas saat ini antara lain adalah konflik sosial, kemiskinan, pengangguran, premanisme, narkoba dan korupsi,” urai Wakasat. Kerawanan yang ditimbulkan dari seluruh aspek akan berdampak pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyatakan, perjuangan belum berakhir dan yang menjadi tantangan terbesar saat ini menurutnya adalah dampak negatif dari globalisasi. “Di jaman serba canggih ini pengaruh negatif sangat mudah menggerogoti mental spiritual masyarakat utamanya generasi muda. Sangat miris menghadapi kenyataan bahwa pelajar sekarang lebih hafal lagu-lagu pop ketimbang lagu kebangsaan. Ini adalah kenyataan yg harus dihadapi,” tandas Maulud.

Pelaksanaan 4 pilar kebangsaan diharapkan dapat menanggulangi berbagai permasalahan dan ancaman saat ini. 4 Pilar kebangsaan, yaitu pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pemersatu berbagai komponen bangsa yang beraneka. “Tantangan dan penyimpangan terhadap nilai Pancasila adalah menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan WNI seutuhnya,” ujarnya.

Kepala Kankemenag Kota Semarang Muh Habib menyatakan, ketiadaan anggaran tidak menjadikan penghalang bagi Kemenag Kota Semarang untuk melakukan kegiatan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila.

Dikatakannya, keberadaan indonesia saat ini diraih dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. “Keberagaman yang ada adalah kenyataan yang harus kita syukuri, baik itu perbedaan dalam hal keyakinan beragama, politik, sosial maupun budaya. Perlu diingat bahwa meskipun berbeda tetapi persatuan adalah keharusan serta NKRI dan Pancasila adalah harga mati dan harga mahal,” tegasnya.

Habib berharap seluruh jajaran ASN Kemenag Kota Semarang dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. “ASN Kemenag harus berperan aktif dan ikut andil dalam pelaksanaan pembudayaan Pancasila, diawali dari diri sendiri,” ajaknya.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Nomor : 3428/Kw.11.1/4/HM.00/05/2017 tanggal 22 Mei 2017 tentang Gerakan Pembudayaan Pancasila dalam rangka Menyongsong Hari Lahir Pancasila. Peserta kegiatan meliputi Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah Negeri serta perwakilan pengawas, penyuluh dan pegawai di lingkungan Kemenag Kota Semarang.(nba-ch/gt)