Kemenag Grobogan Bersinergi Penuh Dengan BDK Semarang Dalam Rangka Pelatihan Manajemen Pondok Pesantren

Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memasukkan pesantren sebagai salah satu subsistem sebagai pendidikan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan. Dan sebagai upaya untuk menyetarakan pendidikan formal, Kementerian Agama Kab.Grobogan bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Pondok Pesantren bertempat di Joglo Danau Resto Hotel Grand Master Purwodadi, Senin (06/09/2021).

Dalam sambutannya Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang yang diwakili Widyaswara, Suyatno mengatakan Balai Diklat Keagamaan Semarang berupaya melayani semaksimal mungkin kepada peserta pelatihan, dengan memberikan ATK, Tas dan uang harian bagi peserta serta yang paling penting ilmu agar bisa memberikan dampak positif bagi peserta dan terlebih dapat dipergunakan bagi pondok pesantren.

“Dan bagi peserta semoga bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai selama 6 hari kedepan, karena kegiatan ini tidak full sehari tetapi sampai jam 12 dan jam 13 di lanjutkan daring karena masih adanya pandemi Covid-19,” jelas Suyatno.

Sementera dalam sambutannya Kepela Kemenag Kab.Grobogan, Imron Rosyidi menyampaikan  Alhamdulillah pondok pesantren Kab.Grobogan sebagian besar sudah divaksin dalam rangka mensukseskan program vaksinasi ponpes se Jawa tengah. Hal itu juga diikuti oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang dalam rangka membangun lembaga keagamaan di Kemenag. Dan apa yang menjadi program Balai Diklat Keagamaan Semarang untuk daerah harus didukung penuh oleh stekholder, dan didaerah bersinergi penuh dalam rangka memajukan program Kemenag. Berarti BDK Semarang berbagi dan berpikir untuk memajukan pendidikan informal termasuk pondok pesantren dalam rangka mensukseskan program dari Pemerintah Pusat.

“Dan kami dari kemenag berterima kasih kepada BDK Semarang telah menyelenggarakan pelatihan manajemen ponpes diwilayah kerja kemenag Grobogan. Dan semoga BDK Semarang bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan di Kabupaten Grobogan dalam rangka mensukseskan program pondok pesantren,” harap Imron Rosyidi.

Lebih lanjut, Kepala Kemenag mengatakan dalam rangka mensukseskan manajemen pondok pesantren, bagi ponpes supaya siap dalam mengentri data untuk emis. Dan terkait dengan itu setiap ponpes untuk menyiapkan tenaga ahli komputer agar bisa mengentri data ponpes. Karena data emis sering sekali dipergunakan untuk rencana pemberian bantuan kepada pondok pesantren, sehingga perlu adanya pemutakhiran data dan juga pemberian data yang valid.

“Karena peran penting pesantren dalam sejarah perjalanan bangsa adalah keterlibatannya dalam perjuangan melawan penjajah. Ketika Jepang memobilisir tentara PETA (Pembela Tanah Air) guna melawan Belanda, para kiai dan santri mendirikan tentara Hizbullah dan ketika KH Hasyim Asy’ari bersama santrinya dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Kemenag menambahkan, rencana kami akan menyelenggarakan studybanding dengan lembaga keagamaan yang sukses dalam menyelenggarakan manajemen pondok pesantren dengan kerjasama Pemda dan DPRD dalam rangka membangun lembaga keagamaan.(bd/Sua)