Kemenag Ingatkan Calhaj 2017 Siapkan Administrasi

Karanganyar – Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar mengingatkan calon jamaah haji tahun 2017 untuk mempersiapkan fisik dan administrasinya. Hal ini diutarakan oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Museri dalam wawancara singkatnya, (10/03).

“Saat sosialisasi penyelenggaraan ibadah haji di Pendopo pekan lalu, setidaknya ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh jamaah, pertama adalah terkait kesehatan jasmani dan rohaninya serta terkait kelengkapan administrasinya”, ucap Museri.

Kasi Hajum menambahkan bahwa untuk kesehatan jasmani, biasanya calon jamaah haji sudah mempersiapkannya dengan baik, mulai dari olahraga secara teratur hingga membawa sendiri perbekalan obat sebagai cadangan di tanah suci nanti. Namun terkait kesehatan rohani, biasanya calhaj tidak menyadarinya. Oleh karena itu saat sosialisasi kemarin dari dinas kesehatan menyinggungnya. Kesehatan rohani ini bentuknya bisa banyak, salah satunya adalah kebingungan saat berada di tempat lain serta tidak cocok an saat berkumpul dengan jamaah yang lain.

Dalam sosialisasi tersebut, baik Kemenag maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar menyampaikan kepada calhaj terkait fasilitas yang akan diberikannya. Kemenag akan memberikan 6 kali manasik haji di KUA dan 2 kali di tingkat Kabupaten, sedangkan Pemda akan memfasilitasi 2 kali manasik, satu kali pelepasan serta transportasi dari daerah ke bandara maupun sebaliknya.

Disamping berbagai fasilitas dan pembinaan yang akan diperoleh Calhaj, biasanya Pemda juga akan memberikan souvenir. Hal ini merupakan komitmen dari pemerintah untuk memuliakan tamu Allah yang akan beribadah ke tanah suci.

Lebih lanjut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 267 Calhaj yang sudah memiliki paspor, sedangkan sisanya sebanyak 274 Calhaj belum mengurus paspornya. Menurutnya, pengurusan paspor calhaj Karanganyar ini lebih maju dari beberapa daerah di tempat lain, hal ini berdasarkan laporan dari kantor imigrasi wilayah Surakarta. (ida-hd/wul)