Kemenag Karanganyar Prakarsai Pembangunan Mushola di Tempat Wisata

Karanganyar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar H. Musta’in Ahmad pada tanggal 5 Maret 2017 meresmikan Mushola Al Ikhlas Cemoro Kandang Tawangmangu. Pembangunan Mushola yang diprakarsai oleh pegawai Kemenag beserta donatur ini dihadiri oleh Camat Tawangmangu, Dinas Perhutani serta instansi terkait.

Ketua panitia pembangunan Mushola Al Ikhlas yang juga Penyuluh Agama Islam, Sumarno dalam laporannya mengatakan bahwa mushola ini dibangun mulai tanggal 24 Januari – 4 Maret 2017 dengan total biaya Rp. 56.631.000,- . Sedangkan sumber dana dan material dari Baznas, Kemenag dan donatur.

Pada peresmian tersebut, Kepala Kemenag menyampaikan sambutannya bahwa dengan didirikan musholla di Cemoro Kandang ini sangat bermanfaat dan strategis bagi masyarakat maupun pengunjung yang lewat baik dari Tawangmangu ke Magetan ataupun sebaliknya dan juga berdampak baik terhadap perekonomian di sekitar musholla dengan ditandai adanya warung, toko atau usaha lainnya.

Kepala Kemenag Kab. Karanganyar mengucapkan terima kasih bagi mereka yang membantu berdirinya musholla ini menjadi amal yang ikhlas dan diterima Allah SWT dan jadi aktifitas batiniah. Kalau tidak ikhlas hanya akan jadi aktivitas biasa tanpa adanya suatu yang berhubungan dengan batiniah.

Lebih lanjut Kakankemenag berpesan agar Mushola yang dibangun ini agar dijaga dengan baik dan dipelihara. Disamping itu, perlu juga pengembangan masjid untuk mendukung peningkatan moral spiritual serta ekonomi masyarakat dan takmirnya sendiri melalui berbagai kreatifitas, inovasi agar menjadi destinasi yang baik bagi pengunjung yang lewat sebagai tempat transit di Cemoro Kandang.

“Perlu dukungan moral dan fisik dari segenap elemen yang terkait agar keberadaan Mushola Al Ikhlas ini tidak sekedar menjadi tempat sholat dan mengaji, namun juga menjadi sarana yang representative bagi pengembangan potensi masyarakat untuk kegiatan mencari ilmu dan kegiatan-kegiatan lain yang ujung-ujungnya adalah mengajak umat islam ke masjid”, tutup Musta’in Ahmad. ( ida-hd/Wul)