Kemenag Kota Tegal Menggagas Pelayanan Nikah Satu Atap

Tegal – Dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat Kantor Kementerian Agama Kota Tegal melalui Seksi Bimas Islam Menggelar Rapat Koordinasi untuk membahas Program Pelayanan Nikah Satu Atap di tiap-tiap Kantor Urusan Agama (KUA), Rabu (04/05) di Ruang Kepala, hadir dalam acara tersebut, Kakankemenag Kota Tegal, Kasi Bimas Islam, Dinas Kesehatan Pemkot Tegal, BRI Cabang Tegal, BNI Cabang Tegal, BTN Cabang Tegal dan Kepala KUA Se-Kota Tegal.

Kakankemenag Kota Tegal Nuril Anwar mengatakan bahwa Pelayanan Nikah satu atap akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, hal demikian tentunya sangat membantu masyarakat dalam proses pernikahan karena dapat menghemat waktu dan tenaga. “Melalui pelayanan satu atap ini, masyarakat tidak perlu lagi harus ke bank untuk menyetorkan biaya pernikahan sebagaimana ketentuan yang berlaku yaitu 600 ribu rupiah untuk pernikahan di luar KUA, begitupun dengan pemeriksaan kesehatan, masyarakat tidak perlu ke puskemas, cukup melakukan pemeriksaan dan pembayaran di satu tempat yakni di KUA masing-masing kecamatan,” tutur Kepala Kankemenag saat memimpin rakor.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan, Yuli Prasetyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, pola kehidupan masyarakat di era sekarang sudah banyak bergeser dari nilai-nilai norma yang ada dan kita semua memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam menangani masalah pernikahan. “Ditinjau dari segi kesehatan ternyata banyak yang tidak peduli dalam hal reproduksi setelah nikah, oleh karena itu kita harus sepakat meluangkan waktunya untuk selalu mensosialisasikan kepada anak-anak remaja sebelum memasuki pernikahan terutama dalam hal kesehatan,” ucap Yuli Prasetyo.

Respon masyarakat cukup bagus terhadap adanya pelayanan nikah satu atap ini, seperti yang dikatakan Kasi Bimas Islam Akhmad di ruang kerjanya, program ini dikatakanya bahwa masyarakat merasa dilayani, dan tidak lagi seperti dipingpong. Proses pelayanan nikah satu atap bisa diselesaikan pada hari itu dan target bisa kurang dari satu jam, kesuksesan program ini tentu dukungan dari semua pihak terutama dari Perbankan dalam hal pembayaranya, dari Dinas Kesehatan dalam hal pemeriksaan kesehatan serta peralatan yang memadai dalam mempercepat proses administrasi pernikahan.

Saat ini masyarakat butuh pelayanan yang cepat, maka Perbankan dan Dinas Kesehatan perlu menyediakan tenaga dan perlengkapan yang diperlukan dalam proses administrasi pernikahan, demikian halnya pihak KUA akan siap menyediakan tempat dan sarana pendukungnya. (IM/gt)