Kemenag Latih Proktor Dan Teknisi UAMBN

Klaten-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten terus bersiap jelang Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer tahun 2019 sudah diambang pintu.

Hari ini, Selasa (26/2) bertempat di Hotel Galuh Prambanan Kemenag Klaten menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi UAMBN Proktor dan Teknisi MA dan MTs. Kegiatan ini dengan jumlah peserta 44 proktor dan 32 teknisi dari madrasah.

Kasi Penmad Waznan Fauzi mengatakan, proktor merupakan peran dan tugas yang ada setelah UN menggunakan sistem computer based test (CBT) atau UNBK. Proktor adalah orang atau pihak yang ditunjuk dan ditugaskan untuk bertanggungjawab mengendalikan server di sebuah sekolah/madrasah, memasukkan semua data dari pusat ke dalam server.

 “Tentunya kegiatan ini untuk mempersiapkan para proktor dan teknisi pada madrasah agar  lebih memahami aplikasi sehingga akan memudahkan pelaksanaan UAMBN-BK nantinya, sehingga ujian nasional berjalan dengan baik dan lancar,” kata Waznan.

Selain itu juga melatih peserta untuk menguasai teknik pembuatan jaringan LAN, menguasai teknik sinkronisasi data pada server, dan mampu memaksimalkan sarana yang dibutuhkan pada pelaksanaan UNBK, jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Masmin  menegaskan ujian berbasis komputer merupakan program pemerintah terkini, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan agar pelaksanaan UAMBN-BK dapat berjalan dengan baik bagi madrasah se-Kabupaten Klaten.

“Para tenaga proktor dan teknisi dapat mendampingi dan memberikan layanan secara teknis kepada peserta dan proses pelaksanaan ujian. Komitmen Kementerian Agama untuk menyelenggarakan UAMBN berbasis Komputer dengan baik,” tandas Masmin.

Kakankemenag berharap proktor dapat bekerja sama dengan semua komponen di madrasah. Komunikasikan dengan baik antar berbagai komponen, agar pelaksanaan ujian berlangsung tertib lancar dan sukses sesuai yang diharapkan, ujarnya.

“Karena selain pengawas, peran proktor dan teknisi sangat penting dalam mewujudkan UN yang dapat dipercaya, diterima, dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuh Masmin.(ny_aj)