Kemenag Miliki Peran Strategis dalam Pemahaman Agama

Sragen – Kementerian Agama adalah instansi pemerintah yang menjalankan tugas pokok untuk memberika pembinaan, pelayanan dan perlindungan kehidupan beragama kepada seluruh umat beragama. Demikian disampaikan Penyuluh Agama Islam Kankemenag Sragen, Dwidayat saat mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen dalam Sarasehan Dai Kamtibmas Kabupaten Sragen, Rabu (03/05).

“Kementerian Agama memainkan peran yang sangat strategis dalam peningkatan pemahaman dan pengamalan agama. “Selain itu pembinaan kerukunan umat beragama dan mengawal akhlak dan moral bangsa juga menjadi tugas Kemenag”, ungkapnya.

Sarasehan yang diikuti sekitar 60 Dai dan Kyai Se Kabupaten Sragen ini digagas Polres Sragen dilaksanakan di Aula Polres dan dilakukan dalam rangka memelihara kerukunan antar umat beragama menjelang Bulan Suci Ramadhan Tahun 2017.

Dwi Dayat juga mengungkapkan bahwa Kemenag juga mendorong dan memfasilitasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami, Kemenag dalam regulasi yang dibuat juga berperan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, seperti penyempurnaan regulasi dan transformasi kelembagaan pengelola zakat, wakaf dan dana sosial lainnya”, kata Dwi Dayat.

Sedangkan berkenaan dengan datangnya Bulan Ramadhan, Dwi Dayat menyampaikan peran Kementerian Agama dalam Bulan yang dinantikan Umat Islam tersebut.

“Menghadapi Ramadhan Kemenag tentunya memiliki peran yang banyak, seperti penetapan awal dan akhir Ramadhan, pembekalan dai, imam dan muadzin masjid serta kegiatan lain untuk menyemarakkan Bulan Ramadhan”, jelasnya.

Sementara itu narasumber dari FKUB, Moechtingudin menyampaikan bahwa ulama sangat berperan besar dalam keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Umat Islam di Sragen itu hampir 98 %, sehingga sangat membutuhkan ulama yang berilmu dan bisa diteladani, ulama inilah yang akan membimbing umat agar semakin memperdalam agamanya terutama di Bulan Ramadhan nanti”, kata Moechtingudin. “Dan Ulama atau Kyailah yang dapat mengarahkan umat agar ikut menjaga kondusifitas”, harapnya. (yudi/ira1/Wul)