Kemenag Pati Gelar Pembinaan dan Pengembangan Penyuluh Agama Islam

Pati – Kementerian Agama (Kemenag) Pati menggelar pembinaan dan pengembangan penyuluh agama Islam Non PNS di Aula Kantor Kemenag Jl P. Sudirman No.1-H Pati, Rabu (26/9/2018). Kegiatan tersebut diikuti 176 peserta penyuluh agama Islam non PNS se-Kabupaten Pati.

Dalam pembinaan tersebut, para penyuluh diberi beberapa materi, antara lain terkait metode dakwah Rasululllah SAW. Materi tentang manajemen organiasasi penyuluh, materi kebijakan pemerintah di bidang masyarakat bimbingan Islam dan materi tugas pokok dan fungsi penyuluh agama Islam.

Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kab. Pati Alimin mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk memberikan pemahaman terkait fungsi dan tugas pokok peserta selaku penyuluh agama Islam.

“Yang terpenting dari kegiatan ini, kita ingin agar para penyuluh agama Islam bisa mengetahui dan memahami betul metode dakwah agar penyempaiannya bisa diserap baik oleh masyarakat,” kata Alimin.

Lebih lanjut, Alimin menambahkan, selain metode atau pesan dakwah, para penyuluh juga dijarkan agar mengikuti perkembangan modern yang ada. “Maksudnya, penyampaian pesan dakwah itu tidak hanya lewat mimbar namun juga lewat teknologi seperti Facebook, WhattApp dan lainnya juga bisa dimanfaatkan oleh penyuluh agama Islam untuk tetap bersyi'ar,” ujar Alimin menambahkan.

Kasi Bimas Islam berharap, dengan adanya pembinaan tersebut para penyuluh agama Islam dapat menyikapi tantangan yang tersebar di masyarakat dengan cara senantiasa menitip pesan-pesan agama, tutupnya.

Sementara dalam arahan orang pertama pada lingkup Kemenag Kabupaten Pati ini menuturkan bahwa seorang Penyuluh Agama berperan sebagai agent of change yakni berperan sebagai pelaku utama perubahan kearah yang lebih baik, di segala bidang kearah kemajuan, perubahan dari yang negatif atau pasif menjadi positif atau aktif karena itu menjadi motivator utama pembangunan.

“Peranan ini sangat penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah atau jasmaniahnya saja, melainkan membangun segi rohaniah, mental spiritualnya, keduanya dibangun secara bersama-sama,” ungkapnya.

Demi suksesnya pembangunan, penyuluh agama berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, melalui penyuluhan agama dan pembinaan kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.

“Penyuluh agama selain sebagai figur juga berperan sebagai pemimpin masyarakat, sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan serta masalah kenegaraan dalam rangka mensukseskan program pemerintah. Dengan kepemimpinannya, penyuluh agama tidak hanya memberikan penerangan dalam bentuk ucapan-ucapan dan kata-kata saja, akan tetapi bersama-sama mengamalkan dan melaksanakan apa yang dianjurkan. Keteladanan ini ditampakan dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari, sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan mengikuti petunjuk dan ajakan pemimpinnya,” ungkapnya.

Tambahnya lagi, Penyuluh mempunyai peranan membimbing manusia untuk dapat hidup rukun, cerdas, mandiri serta sejahtera lahir dan batin.
Usai pembukaan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Pembinaan tentang “Bahaya Narkoba”, dengan menghadirkan nara sumber Kanit Res Narkoba Polres Pati Heru Triasmoro. Seluruh peserta antusias dan penuh perhatian mengikuti tahapan kegiatan pembinaan tersebut dari awal hingga akhir.

Selain kegiatan pembinaan, di akhir acara diterimakan secara simbolis Surat Keputusan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (SK FKPAI) Kankemenag Kab. Pati periode tahun 2018-2022. (AM/bd)