Kemenag Pemalang Siap Susun Profil Pendidikan Islam

Pemalang – Kementerian Agama benar-benar peduli terhadap kemajuan pendidikan Islam baik pendidikan formal mulai raudhatul athfal (RA), madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), madrasah aliyah (MA) hingga Perguruan Tinggi Islam maupun pendidikan non formal seperti taman pendidikan Al Qur’an (TPQ), madrasah diniyah dan pondok pesantren. Perhatian tersebut baik terhadap ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan, peningkatan mutu layanan pendidikan, peningkatan mutu dan daya saing lulusan, peningkatan mutu tata kelola, dan juga sarana prasarana pendidikan, kualitas dan kesejahteraan pendidik dan pengawas.

Hal tersebut diungkapkan secara jelas dalam 13 Program Pendidikan Islam Tahun 2010-2014 oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Drs. H. Abdul Kodir, M.Pd.I dalam acara Rapat Koordinasi Gabungan Pemangku Pendidikan (Seksi Pendidikan Madrasah, Seksi PAIS dan Seksi PD Pontren) di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Senin, 6 Oktober 2014. Rakor Gabungan tersebut diikuti oleh Pengurus Kelompok Kerja Madrasah baik MI, MTs maupun MA, Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam, Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI baik TK, SD, SMP, SMA maupun SMK, pengawas baik madrasah maupun PAIS, pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) serta semua staf di jajaran Pendidikan Islam.

Pada kesempatan tersebut, Drs. H. Abdul Kodir menyampaikan bahwa rakor bidang Pendis ini sangatlah penting mengingat banyak permasalahan yang dihadapi dan perlu penyelesaian bersama. “Seingat saya, kegiatan rakor bidang Pendis ini baru pertama kali dilaksanakan. Untuk itu, dengan rakor ini saya berharap betul-betul berjalan dengan baik dan tentunya mampu menyamakan persepsi keterkaitan dengan meningkatnya mutu pendidikan Agama Islam baik yang ada di pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Kami berharap dalam rakor ini memunculkan permasalahan-permasalahan yang ada dan solusi terhadap permasalahan tersebut”, ujar Drs. H. Abdul Kodir. Permasalahan yang sering muncul adalah ketersediaan data Pendidikan Islam. Selama ini belum ada data Pendidikan Islam yang meliputi pendidikan madrasah, pendidikan agama Islam dan pendidikan diniyah serta pondok pesantren. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang berkeinginan menyusun Profil Pendidikan Islam Kabupaten Pemalang sehingga bisa diketahui dan dibaca oleh siapapun yang berkepentingan.

Menurut Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah selaku panitia penyelenggara, Drs. Nur Ikhsan, disampaikan bahwa rakor ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan persamaan terkait pendidikan Islam antara jajaran di lingkungan Seksi Pendidikan Madrasah, Seksi PAIS dan Seksi PD Pontren serta mendapatkan masukan guna perbaikan bidang pendidikan Islam di masa mendatang.

Selanjutnya yang tak kalah menariknya adalah paparan oleh masing-masing seksi dimulai Seksi PAIS, Seksi Pendidikan Madrasah dan yang terakhir Seksi PD Pontren. Pada kesempatan pertama, paparan dari Seksi PAIS disampaikan oleh Dra. Hj. Amiroh, M.Ag. selaku Kepala Seksi PAIS. Hj. Amiroh menegaskan kembali pentingnya data EMIS sebagai satu-satunya dasar acuan dalam perencanaan program dan anggaran pendidikan Islam. Sedangkan Seksi Pendidikan Madrasah dan Seksi PD Pontren menyampaikan informasi dan permasalahan-permasalahan yang ada di seksi masing-masing.

Sebelum acara berakhir, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, gagasan dan permasalahan yang dihadapi yang terkait dengan pendidikan Islam. Antusiasme para peserta mendorong Plt. Kepala, Kasi PAIS maupun Kasi PD Pontren mampu menjawab dan mencari solusi atas pertanyaan dan permasalahan yang disampaikan. (Khabib)