Kemenag Salurkan Santunan kepada 200 Yatim dan Piatu

Demak – Bahwa zakat adalah rukun islam yang ke 5 yang tentu wajib hukumnya bagi yang beragama Islam yang mampu. Dan zakat sudah di undangkan melalui undang-undang Nomor 23 Tahun 2011, juga dalam peraturan pemerintah No. 14 Th 2014 Tentang pengelolaan Zakat, serta Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian/Lembaga termasuk BUMN dan BUMD, jadi wajib hukumnya pegawai negeri sipil yang beragama islam untuk mengeluarkan zakat 2,5 %, hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Demak Ahmad Samsudin pada acara santunan yatim dan piatu di Aula Kantor setempat, Rabu, (03/10).

Dikatakannya, dengan zakat ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, sejahtera lahir dan batin, dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, dan dijabarkan dalam misi Kemenag pada poin 4, yaitu meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi Ekonomi keagamaan.

Dengan dasar tersebut diatas maka Samsudin mengajak pengurus UPZ Kemenag Kab. Demak untuk menggali potensial sumber-sumber zakat untuk dikelola dan di berdayakan secara maksimal sehingga kesejahteraan masyarakat melalui pengelola zakat akan terwujud. “Kegiatan pentasyarufan zakat ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat, untuk sadar tentang manfaat zakat,” jelas Samsudin.

Samsudin menambahkan, UPZ Kemenag Kab. Demak mempunyai program antara lain, penyelenggara zakat produktif, rehab rumah tidak layak, santunan fakir miskin Ibnu Sabil dan lain-lain termasuk pada hari ini santunan yatim dan piatu yang dilaksanakan UPZ Kemenag Kab. Demak adapun sasarannya adalah 200 Anak Yatim dan Piatu yang tersebar di madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta di Kab. Demak yang masing-masing anak mendapatkan RP 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah).

“Santunan ini dilakukan dalam rangka ikut membantu meringankan yatim dan piatu, inilah wujud kasih sayang yang kami berikan,” pungkasnya.(ms).