Kemenag Wonogiri Berkomitmen Akan Sukseskan Pemilu 2019

Wonogiri – Jajaran Kementerian Agama K

abupaten Wonogiri berkomitmen menyukseskan hajat besar Pemerintah yaitu Pemilu guna terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan demokratis.

Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri akan mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki, mulai dari ASN Kemenag, lembaga yang ada di bawah kemenag untuk membantu terlesenggaranya perhelatan akbar di tahun 2019 tersebut.

Penegasan ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag klab. Wonogiri, H. Subadi, ketika menghadiri Pagelaran Seni Budaya membangun pemilih yang berdaulat guna mensukseskan Pemilu 2019, di Alun-alun Giri Krida Bakti, yang di hadiri Forkompinda, Ketua DPRD, Kepala OPD dan parpol peserta pemilu 2019, Sabtu (21/04).

Pentas Seni Budaya mengusung tema Membangun Wonogiri Melalui Demokrasi Yang Berbudaya Lokal. Kegiatan diisi berbagai kegiatan seni seperti pawai budaya, panggung hiburan, orkes melayu, pertunjukan reog, kethek ogleng, dan kesenian bangun tolak serta drum band.

Menurut Kepala Kankemenag Wonogiri, Pemilu selaras dengan ajaran agama, yaitu memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan, termasuk diantaranya memandang musyawarah sebagai salah satu hal yang penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagi umat beragama sangat penting menjaga prinsip persamaan bahwa yang dipilih dan yang memilih memiliki hak tanpa membeda bedakan baik agama, suku, rasa, dan antar golongan.

“Jadi prinsip persamaan ini juga sejalan dengan prinsip islam, dan dalam prinsip islam tidak mengenal adanya perlakuan diskriminatif atas dasar perbedaan suku bangsa, harta kekayaan, status sosial dan atribut keduniaan,” jelasnya.

Untuk itu, Subadi berharap kepada semua pihak untuk memiliki sikap santun dan mengedapakan akhlakul karimah dalam menghadapi pemilu nantinya mengingat pemilu 2019 merupakan wadah kita menyalurkan aspirasi kita karenanya pemilu yang dilaksanakan tidak boleh menebar kebencian, hoax ataupun memaksa untuk memilih.

Subadi  juga  berharap kepada jajaran Kementerian Agama untuk selalu meningkatkan kerja sama dalam membangun kesadaran berpolitik dan diharapkan mereka dapat mengambil bagian dalam pemilu demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang demokratis. (mursyid_heri/Wul)