Kemenag Wonosobo Gelar Evaluasi Haji 2018

Wonosobo – Kemarin, Senin tanggal 10 Desember 2018, di Aula Rapat RM. Resto Ongkolok Wonosobo, Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun 2018, untuk kemudian direfleksikan pada pelayanan haji tahun 2019. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Drs. H. M. Thobiq, MSi, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Wonosobo, perwakilan Ketua Rombongan Jemaah Haji 2018, Ketua KBIH Gema Arofah, Teguh Ridwan, serta Kabag Kesra Kab. Wonosobo.

Mengawali acara belangsung, Kabag Kesra Kab. Wonosobo, Drs. H. Tarjo, menyampaikan ucapan terimkasih kepada Kantor Kementerian Agama Kab. Wonosobo serta jajaran petugas dan pendamping serta KBIH sehingga dalam pelaksanaan Haji 2018 terselenggara dengan baik.

“Bahwa penyelenggaraan haji Kabupaten Wonosobo tahun 2018, Alhamdulillah berangkat sampai dengan pulangnya utuh. Disamping itu melalui Pemda Wonosobo juga menyadari berbagai kelemahan yang ada, khususnya dalam pemberangkatan dan pemulangan Jamaah Haji tersebut. Semoga untuk yang akan datang bisa lebih baik lagi,” ucap Tarjo.

Dalam paparan evaluasi yang diselenggarakan oleh Seksi Gara Haji dan Umroh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Haji Muhammad Thobiq menyampaikan himbauan agar nantinya budaya pemberangkatan haji kedepan lebih ditingkatkan.

“Jemaah haji asal Wonosobo semboyannya adalah “Haji Wonosobo bersatu bersama-sama bersaudara,” itu adalah sebuah slogan yang merupakan inti ajaran dan anjuran dalam agama, untuk saling tolong menolong, bersilaturahim dan berbaik hati dengan sesama. Terlebih dalam hal melaksanakan ibadah, sangat tidak etis ketika melaksanakan ibadah hanya mengutamakan aspek fisik saja, mengutamakan diri sendiri dan kelompoknya saja, tetapi kemudian mengabaikan dan bahkan mungkin menyakiti sesama jemaah, karena tidak peduli kepada sesama. Saya berharap semboyan itu terus dikumandangkan agar meresap di hati,” himbau M. Thobiq.

Dalam paparan selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama menampilkan slide anggaran serta detail pelakasanaan haji 2018. Kakankemenag juga menyampaikan 8 inovasi Kementerian Agama dalam pelaksanaan Haji 2019,

“Namun sungguh sangat tidak berarti inovasi itu kalau para stakeholder tidak mampu membekali jemaah dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kesetiakawanan. Oleh karena itu, maka sekarang harus diteliti kembali dan selalu diulang-ulang untuk menyampaikan bahwa haji yang enak itu bukan yang banyak uangnya, bukan yang kuat fisiknya, bukan yang berkedudukan tinggi, pejabat atau orang pandai, tetapi haji yang enak dan nyaman serta penuh semangat. Haji itu jadi orang biasa-biasa saja tapi sehat jasmani dan rohani juga terkoneksi dengan banyak orang, akan lebih baik daripada seorang jenius dan cerdik pandai tapi terisolir dan mengisolir diri,” jelasnya.

Pada akhir sambutan beliau memohon kepada Kabag Kesra dan Dinas Kesehatan Kab. Wonosobo untuk bisa memfasilitasi seluruh biaya yang timbul akibat pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji  nantinya, sebagaimana amanah undang-undang haji kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah.

“Kami mohon untuk bisa menstimulasi Kepala Puskesmas dan juga Kepala KUA untuk saling berkoordinasi sehingga pelayanan kesehatan sudah dimulai sejak awal syukur syukur para dokter itu bersama dengan KUA mengajak olah raga haji dan kemudian mengukur tensi bahkan kalau perlu juga cek gula darah cek darah juga, kalau ada biaya barangkali bisa dimusyawarahkan pada mereka karena itu adalah kebutuhan yang sebaiknya mereka miliki sejak awal,” ucap Tobiq, sekaligus menutup acara. (PS-WS/SUA)