Kemenag Wonosobo Santuni Yatim Piatu, Sebesar 39 Juta Rupiah

Wonosobo – Ikhlas Beramal dan Penebar Kebaikan, bukan semata jargon untuk instansi Pemerintahan Kementerian Agama, namun jargon tersebut merupakan motivasi tersendiri yang menyimpan sejuta arti, sekaligus menjadi cambuk untuk pengabdian kepada masyarakat. Hal itu selaras dengan Kinerja Kemenag untuk menjaga stabilitas lintas umat beragama sekaligus menjadi penebar nilai keagamaan dan pengabdian masyarakat di atas segalanya.

Hal tersebut nampak di cerminkan oleh salah satu instansi Kemenag yaitu kantor kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, yang baru-baru ini melakukan pengabdian dan memusatkan perhatian kepada ratusan yatim piatu yang ada di Wilayah Kabupaten Wonosobo. Pasalnya, Kan Kemenag Wonosobo baru-baru ini gelar Santunan Yatim Piatu yang di laksanakan di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Kamis (01/11).

Hadir dalam Santunan Yatim piatu tersebut yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Wakil Bupati Wonosobo, Kepala Rutan Wonosobo, Penyuluh Agama se Eks Karesidenan Kedu, kepala Kantor Kemenag Wonosobo, dan kepala KUA beserta ASN Kan Kemenag Wonosobo.

Selanjutnya, Kegiatan Santunan Yatim Piatu tersebut, sedikitnya berhasil merangkul 121 Anak yang sudah terdata oleh Kemenag Wonosobo, untuk mendapatkan santunan langsung berupa uang tunai dan alat tulis, menurut Keterangan Penyuluh Agama Islam Kemenag Wonosobo, Wakhid Setyawan, “adapun jumlah nominal uang untuk santunan yakni mencapai 39 juta Rupiah,” ucapnya.

“Ikhlas Beramal dan Penebar Kebaikan kalimat itu enteng di ucapkan, tetapi harus mampu kita jalankan dan renungkan. Hari ini kami Keluarga Besar Kemenag Wonosobo mampu melaksanakan sebagian tugas kami yakni untuk memperhatikan dan menggandeng masayarakat dengan memberikan santunan kepada 121 anak yatim piatu, yang masing-masing anak mendapatkan santunan yakni uang tunai Rp. 300,000- dan mendapatkan alat tulis senilai tiga puluh ribu rupiah, dan kalau di jumlah keseluruhan ya hampir mencapi angka 40 juta kurang 70 rb, begitu  kurang lebih nya,” ungkap Fakih Alaziz, selaku Ketua Pokjaluh Kemenag Wonosobo.

Sementara itu, M Thobiq, selaku Ka Kan Kemenag Wonosobo dalam sambutannya menjelaskan, sumber dana santunan ini murni dari Donasi Keluarga Besar Kan Kemenag Wonosobo dan beberapa donatur terkait.

“Untuk pendataan jumlah yatim piatu yang akhirnya tersaring sebanyak 12 Anak tersebut, itu hasil dari pendataan dari Bimas dan Penyuluh Agama Islam Kemenag Wonosobo, sementara untuk sumber dana yakni dari Keluarga Besar Kemenag Wonosobo, penyuluh agama se-Kabupaten Wonosobo dan beberapa donatur yang sudah mau menyisihkan sebagian rizky nya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menambahkan, kegiatan santunan yatim piatu bukan satu-satu nya kegiatan, ada tiga rangkaian kegiatan sekaligus.

“Santunan Yatim Piatu ini bukan tunggal acara kami, tapi kami gabungkan dengan tiga moment sekaligus, yakni yang pertama santunan, yang kedua Rakor Penyuluh Agama Se Eks Karesidenan Kedu, dan yang terakhir Ekspos Pondok Pesantren Rumah Tahanan Wonosobo. penggabungan ketiga kegiatan ini juga atas inisiasi dari Paguyuban Penyuluh Agama Kabupaten Wonosobo, dan penggabungan ini kami maksudkan sebagai salah satu upaya untuk sedikit menggambarkan kepada sebagaian masayrakat terkati peran penyuluh agama, yakni selain sebagai penggerak dan penebar kebaikan melalui dakwah bil lisan, tetapi juga dakwah bil hal dengan santunan anak yatim. Sekaligus memperkenalkan Pondok Pesantren di Rumah Tahanan Kelas Dua Wonosobo, atas MOU kemenag dengan Rutan yang sudah mendapat tandatangan dari Kanwil Kemenag dan Kemenkuham Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.

Pihaknya juga berharap, kegiatan tersebut bisa bermanfaat dan hubungan antar Penyuluh semakin kuat begitu juga Ponpes Rutan agar bisa di kenali masyarakat luas bahwa Ruatan bukan akhir dari segalanya ayng memberikan efect jera semata, tetapi ada yang di pelajari terkait keagamaan dan hidup yang bermartabat. (PS-WS/SUA)