Kementerian PUPR Bantu Sarpras Sanitasi Pada Pondok Pesantren

* Perwakilan Kementerian PUPR menyerahkan secara resmi sarpras sanitasi pada Ponpes Hidayatul Muhtadin Reban

Batang- Sinergitas antara Kemenag dengan Kementerian PUPR begitu tampak, salah satunya adalah Kementerian PUPR turut berpartisipasi dalam pengembangan pondok Pesantren di Kabupaten Batang diantaranya adalah Pembangunan Sanitasi untuk Pondok Pesantren. Sebagaimana pada Senin (4/10) kemaren bertempat di ponpes Hidayatul Muhtadin Sukomangli Reban melakukan serah terima proyek bantuan sanitasi itu antara pelaksanaka proyek PUPR pada Pondok tersebut.

Koordinator Tim fasilitator lapangan (TFL) mewakili PUPR Jateng Iwan Astriyanto dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya telah diberi mandate oleh balai PUPR Jawa Tengah untuk melaksanakan uji fungsi dan penyerahan sarana prasarana sanitasi pada LPK Hidayatul Muhtadiin .

“ Kami telah diberi mandat oleh balai PUPR Jateng untuk melaksanakan uji fungsi dan penyerahan sarpras sanitasi kepada LPK Hidayatul Muhtadin karena pembangunan telah selesai dengan sempurna, sesuai spek dan gambarnya,” kata Iwan Astriyanto

Dia berharap sarana prasarana sanitasi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pondok pesantren, dan selanjutnya sarana itu dapat dirawat sebak-baknya oleh para santri.

“ Kami berharap dengan adanya sarpras sanitasi tersebut bisa bermanfaat untuk para santri dan kami juga mohon untuk dirawat dengan sebaik baiknya biar awet dan selalu tampak bersih,” tambahnya.

Sementara itu Pengasuh LPK/Ponpes Hidayatul Muhtadin KH. Ahmad Abdurrohim dalam tanggapanya menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterimakasih pada PUPR dan kementerian agama yang telah member perhatian pada pondoknya, tidak hanya pembinaan saja namun diwujudkan dengan bantuan sarana-prasarana yang sangat bermanfaat bagi para santri.

“Selaku pengasuh ponpes Hidayatul Muhtadin Sukomangli kami mengucapkan terimakasih kepada kementerian PUPR dan kementerian agama atas bantuan sarpras sanitasi di pondok pesantren kami, ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah kepada pondok pesantren semoga dengan adanya bantuan tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk para santri sehingga dapat mendukung adanya kegiatan kegiatan santri di pondok pesantren,” tanggapan KH. Ahmad Abdurrohim.

* Perwakilan Kementerian PUPR bersama Pengasuh Pondok dan Kasi PD.Pontren berfoto bersama setelah acara peresmian dan serah terima bantuan

Dia juga menegaskan pemerinatah melalui Kementerian Agama maupun pemerintah daerah memang sangat memperhatikan perkembangan pondok pesantren termasuk di ponpesnya, dan kini hampir semua lembaga maupun kementerian juga ikut membantu.

“ Saya sangat bersukur sekali kalau tahun-tahun ini pemerintah sangat intensif memperhatikan semua ponpes termasuk disini, ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di pondok pesantren,” tegasnya.

Kepala Seksi PD. Pontren Kemenag Kab. Batang H. Sugiedi dalam keterangannya mengatakan bahwa sampai saat ini tidak hanya Kementerian Agama saja yang memperhatikan pondok pesantren, namun hampir semua kementerian dan Lembaga ikut memperhatikan, baik yang berupa program, spiritual, maupun bantuan dalam bentuk sarana fisik.

“ Mewakili kemenag kab Batang kami mengucapkan terima kasih kepada kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan kepada pondok pesantren berupa sarpras sanitasi semoga bermanfaat untuk para santri di pondok pesantren, sekarang ini tidak hanya kementerian agama saja yang memberikan layanan bantuan kepada pondok pesantren tetapi semua kementerian sekarang bisa membantu kepada pondok pesantren,” tutur H. Sugiedi

Dia juga menekankan baik pada pemberi bantuan maupun ponpes yang menerima bantuan untuk benar-benar mengikuti aturan regulasi, juknis dan juklak yang menyertainya agar semua yang diusahakan dengan niat baik itu akan bermanfaat serta baik juga dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabanya

“Kami mohon atas diberikannya bantuan tersebut pondok pesantren maupun pelaksana kegiatan itu jangan lupa mempersiapkan administrasi dalam pelaporannya, juga kami berharap pada pemberi bantuan maupun ponpes yang menerima bantuan untuk benar-benar memahami regulasi, juklak dan juknisnya yang menyertainya agar niatan yang baik itu sesuai dengan regulasi dan bermanfaat sesuai apa yang diharapkan pemerintah,” pungkasnya. ( sis / Zy )