Kenakan Pakaian Adat Jawi Jangkep Farid Beserta Kasi Terlihat Gagah Ikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Secara Virtual

Wonosobo – Kakankemenag Kab. Wonosobo Achmad Farid beserta Para Kasi Nampak gagah dengan balutan pakaian adat Jawi Jangkep yang dikenakan saat mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara Virtual di Aula Kankemenag Kab. Wonosobo pada hari Selasa (1/6) kemarin.

Baju Jawi Jangkep merupakan pakaian adat yang digunakan oleh kaum pria, dimana pada Zaman dahulu, pakaian tersebut sering digunakan oleh abdi dalem kerajaan atau keraton, maupun pakaian pernikahan adat Jawa Tengah.

Namun seiring dengan berkembanganya zaman, pakaian Jawi jangkep bisa digunakan dalam acara-acara formal seperti peringatan hari kartini, hari lahir Pancasila dan peringatan lainnya.

Penampakan dari baju jawi jangkep sekilas hampir sama dengan bekap, atasan polos berwarna hitam dan diselipkan keris dibelakangnnya, serta bawahan jarit atau kain batik, penutup kepala dengan Blangkon dan untuk alas kaki menggunakan sandal selop atau sendak tertutup.

Biasanya pakaian jawi jangkep yang dikenakan pria, jika disandingkan dengan wanita maka para wanita akan mengenakan kebaya.

Ahmad Farid, satu hari setelah upacara peringatan berlangsung, saat ditemui diruangannya pada hari Rabu, (2/6) menyampaikan, pemilihan pakaian yang dikenakan tersebut sesuai dengan surat edaran Badan pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia nomor 04 tahun 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2021, “sesuai yang tertera di surat edaran adalah mengenakan pakaian adat, jadi kami memilih pakaian beskap atau jawi jangkep untuk dikenakan. Namun beberapa asn lainnya mengenakan pakaian nasioal yaitu batik,” kata Farid.

Selain itu pakaian adat yang digunakan sebagai bentuk untuk menunjukan identitas Jawa Tengah dan untuk melestarikannya, “Indonesia itu beragam adat istiadat, budaya, suku dan Bahasa. Jawa Tengan merupakan sebagian wilayah yang dikenal dengan kekuatan budayanya yang kental karena masyarakatnya menjunjung tinggi tradisi warisan leluhur salah satunya melalui pakaian adat,” tambahnya.

Farid berharap dengan semangat hari lahir Pancasila dapat memotivasi seluruh jajarannya untuk melakukan pelayanan terbaik, serta tidak canggung untuk berpartisipasi melestarikan nilai budaya dan mampu mengamalkan nilai yang terkandung dalam Pancasila ke kehidupan sehari-hari. Ps-ws