Kenalkan Siswa Menangkal Tindakan Kejahatan Sejak Dini

Rembang – Perilaku kejahatan pada anak-anak tengah menjadi viral di media sosial. Tindakan ini mengancam semua kalangan masyarakat, termasuk anak-anak. Viral penculikan anak yang telah merebak di media sosial menjadi keprihatinan tersendiri bagi masyarakat. Para orang tua saling memperingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap keberadaan putra-putri mereka, agar terhindar dari tindak kejahatan.

Menyadari hal itu, MIN Sedan menyelenggarakan sosialisasi dan pencegahan terhadap tindak kejahatan dengan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), pagi tadi (16/3). Acara ini diadakan bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Rembang dan melibatkan sekitar 200 siswa, kelas IV hingga kelas VI.

Kepala MIN Sedan, Badrudin mengatakan, diharapkan bisa memperluas pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang berbagai kejahatan yang mengancam di sekitar mereka, sehingga diharapkan mereka bisa menjaga diri.

“Isu-isu tentang perilaku kejahatan terhadap anak-anak ini menjadi ancaman bagi masyarakat. Kami mengadakan sosialisasi ini dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi siswa tentang berbagai ancaman kejahatan itu,” kata Badruddin.

Selain bisa membaca ancaman kejahatan, Badrudin juga meminta siswa agar memagari diri dengan iman dan taqwa. “Dengan selalu berdoa dan meminta perlindungan Allah, insya Allah akan terhindari dari kejahatan,” ujar Badrudin.

Sementara narasumber yaitu Kasi Intel Kejaksanaan Negeri Rembang, Bintarno memaparkan jenis-jenis kejahatan yang juga disebut dengan tindakan pidana. Bintarno menyampaikan kepada siswa mengenai bahaya narkoba dan pedofilia. Selain itu juga bagaimana cara mencegah konsumsi narkoba, dan bagaimana mewaspadai pelecehan seksual terhadap anak.

Bintarto berharap, dengan mengenalkan anak sejak dini, siswa diharapkan bisa menjaga diri sendiri. Di usia yang masih tergolong emas ini, anak-anak MI agar bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi generasi bangsa yang berkualitas. “Jangan sampai masa depan kalian rusak karena menjadi korban narkoba dan tindakan kejahatan lainnya,” tandas Bintarto.(ss/bd)