KENDATI SUDAH PENSIUN TIDAK BOLEH NGLOKRO

Konten berita normatif pelaksanaan upacara, akan lebih menarik jika mengambil salah satu yang menarik dari esensi peringatan hari kesaktian pancasila yang korelasi dengan peran kemenag…

Pemilahan narasi dgn pernyataan (statemen) aktif narasumber kurang kuat.

===========================================================================================================

Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang Muh Habib menegaskan, ASN Kemenag wajib bersyukur atas karunia Alloh SWT karena masih diberi kesempatan menikmati udara segar dan negara yang aman, “sejarah mencatat, tahun 1965 negeri ini pernah dirongrong oleh satu pergerakan yang mengatasnamakan PKI yang ingin menggulingkan pemerintah Republik Indonesia”, tutur Habib saat upacara  memperinngati Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor Kemenag, Senin (1/10).

Lebih lanjut Habib mengatakan, para pahlawan revolusi telah gugur demi menegakkan keutuhan negara republik indonesia. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada terhadap gerakan-gerakan yang sekiranya keluar dari rel falsafah pancasila, terlebih menjadi salah satu anggota bahkan provokatornya, “Pancasila sebagai falsafah bangsa hendaknya dijadikan landasan kerja bagi ASN di lingkungan kementerian agama kota semarang”, tuturnya.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila diikuti semua ASN termasuk kepala KUA se Kota Semarang dan dalam kesempatan itu diserahkan pula SK pensiun dan SK kenaikan pangkat, “dalam kesempatan ini saya tegaskan bahwa setiap ASN harus menghayati dan mengamalkan isi yang tersirat dalam teks Pancasila”, tegasnya.

Menurut Habib, upacara peringatan hari kesaktian pancasila mestinya tidak ada amanat pembina upacara. Namun karena beerbarengan dengan apel hari Senin pertama awal bulan dan pembagian SK maka perlu ada sambutan, “kepada yang naik pangkat, harus meningkat kinerjanya, dan yang purna tugas, kendati sudah pensiun tidak boleh nglokro, harus tetap semangat ikut membangun negeri melalui kegiatan yang positif”, pintanya.

Adapun ASN yang purna tugas per Oktober ini adalah Drs. Syaifuddin (kepala KUA kecamatan Gunungpati) dan Drs. Usman (kepala KUA kecamatan Mijen), “jangan nglokro hanya karena tidak pakai seragam dan sepatu lagi, harus tetap semangat”, pesan Habib sambil menyalami keduanya.

Kontributor: Tri Murdiyanti/Amhal