Kepala Kantor Kemenag Karanganyar Sapa Penyuluh Agama Islam

Karanganyar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad kembali menyapa Penyuluh Agama Islam se Kabupaten Karanganyar di aula kantor, (31/05). Didampingi seluruh pejabat dan staf nya, Program SAPA (Sapa Penyuluh Agama) yang bertemakan Buka Bersama, Kajian Bersama ini diikuti seluruh Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS hingga mencapai 200 orang.

Pada kegiatan tersebut, pertama-tama Kepala Kemenag menyampaikan sambutan dan arahannya, lalu dilanjutkan dengan penyampaian informasi terbaru oleh para Kasubbag/Kasi/Penyelenggara. Sebelum diakhiri dengan buka puasa bersama, acara ditutup dengan tausyiah dari seorang mubaligh.

Kepala Kemenag mengatakan bahwa urgensi dari buka puasa bersama penyuluh ini adalah dalam rangka membangun kebersamaan sehingga program-program dakwah penyuluh kedepannya dapat terkoordinir lebih baik.

“Kalau soal buka puasa, saya rasa lebih nyaman buka puasa di rumah bersama keluarga, namun kita ingin membangun kebersamaan sehingga kita kalahkan kegiatan di luar yang juga sama pentingnya. Suasana ini saya harapkan tidak mengendurkan semangat kita dalam mendapatkan urgensi pertemuan ini,” ucap Musta’in.

Lebih lanjut Kepala Kemenag mengharapkan bahwa dengan penyampaian tausyiah yang akan disampaikan oleh Ustad Umar Hamdani yang mana merupakan murid dari Mbah Ali Asrori (mantan Pejabat Depag zaman dulu), para penyuluh agama di era sekarang dapat menangkap spirit kepenyuluhan serta spirit orang yang memiliki idealisme.

“Menjelang maghrib nanti akan di isi dengan tausyiah dari Ustad Umar Hamdani, yang akan bercerita tentang sosok Mbah Ali Asrori. Karena dalam cerita ini kita akan menangkap spirit kepenyuluhan, spirit orang yang memiliki idealisme dan menangkap keidealismeannya tersebut,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Kepala Kemenag menjelaskan tentang isu nasional terkini yang menyangkut Kementerian Agama, yaitu tentang daftar mubaligh rekomendasi Kemenag. Menurutnya, daftar mubaligh yang sekarang menjadi viral itu bukanlah barang baru di Kemenag, karena bahkan di setiap KUA pun memiliki daftar mubaligh sejak dulu kala.

“Daftar mubaligh itu adalah daftar yang didapat dari usulan ormas-ormas keagamaan dan tokoh-tokoh agama untuk memberi panduan pada masyarakat, kira-kira kalau kita ada pengajian mau mengundang siapa. Jadi kalau kita cermat, daftar mubaligh itu bukan barang baru di kemenag, karena setiap KUA itu punya daftar mubaligh, itu bukan barang baru, sudah ada sejak dulu kala, tidak pernah heboh, ya heboh itu karena skrng ada media sosial,” jelas Musta’in.

Dalam daftar mubaligh rekomendasi kemenag tersebut, dicantumkan beberapa kualifikasi sehingga nama-nama tersebut muncul, diantaranya adalah kualifikasi keagamaan dimana yang ceramah agama adalah yang ahli agama agar tidak salah dalam mengucapkan, kemudian dia memiliki reputasi yang baik, dan terakhir memiliki wawasan kebangsaan sehingga Bangsa Indonesia terjaga persatuan dan kesatuannya. (ida-hd/Wul)