Kepala Kemenag Berikan Santunan Kepada Puluhan Murid SD

Karanganyar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad, memberikan santunan kepada puluhan murid SD dalam kegiatan Halal Bihalal Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se Kabupaten Karanganyar, (21/07). Santunan ini bersumber dari iuran Guru PAI kepada anak kurang mampu yang memiliki prestasi.

Kegiatan yang diselenggarakan di pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI PD 2 Kabupaten Karanganyar, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Karanganyar dan seluruh guru PAI SD se Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Kepala Kemenag mengucapkan terimakasih kepada guru PAI yang sudah membawa kemajuan di bidang agama sehingga menjadi semakin baik. Hal ini tersirat dari banyaknya penghafal Al Qur’an di Kabupaten Karanganyar yang angkanya mencapai ribuan orang.

“Penghafal Al Quran sekarang 3038 orang dari yang mulai 1 juz sampai juz 30. Semuanya akan mendapatkan reward dari Pemerintah. Kemarin kita sudah memberikan apresiasi kepada penghafal Al Quran dari Kecamatan Karanganyar saja, sisanya pasti akan kita beri apresiasi juga,” kata Musta’in.

Lebih lanjut Kepala Kemenag mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah ini merupakan upaya membangun generasi penerus agar menjadi anak-anak yang bermental religius/agamis. Hal lain yang disampaikan Kepala Kemenag adalah terkait dengan persoalan jumlah guru agama.

“Kita punya PR besar bahwa kondisi guru agama SD saat ini kurang, dan ini terjadi disemua tingkatan, banyak yang pensiun dan tidak ada penggantinya. Itu bukan kita tidak tahu, angkanya sudah ditangan tapi caranya yang kita belum tahu”, papar Musta’in.

Selanjutnya Kepala Kemenag berharap agar segera di buka moratorium guru agama setelah lebih dari 10 tahun lamanya dibuka lowongan PNS guru dari jenjang rekrutmen.

Di akhir sambutannya yang mewakili Bupati Karanganyar ini, Kepala Kemenag mengatakan bahwa problem keagamaan itu luar biasa besarnya, banyak orang yang memiliki semangat keagaman namun bekal/ ilmunya terbatas. Banyak yang tidak sekolah di keagamaan seperti di pesantren, madrasah tapi banyak bicara tentang agama. Oleh karenanya Kepala Kemenag berkata bahwa perlu adanya pembimbing seperti guru agar agama ini hadir sebagai penentram dan pemandu jalan kehidupan manusia. (ida-hd/wul)