Kepala Madrasah Harus Milik Daya Inovasi Tinggi

Purbalingga – Sebanyak 164 Kepala/ Calon Kepala Madrasah/ Sekolah di lingkungan PC LP Ma'arif NU Purbalingga mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan dengan Aula Uswatun Khasanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga sebagai lokasi kegiatan. Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Purbalingga, Ahmad Muhdzir menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama 12 hari yang terbagi menjadi dua gelombang.

“Gelombang pertama dilaksanakan setiap hari Sabtu mulai tanggal 10 Februari sampai dengan 17 Maret. Sedangkan Gelombang kedua dijadwalkan setiap hari Ahad mulai tanggal 11 Februari sampai dengan 18 Maret 2018,” jelas Muhdzir.

Diklat ini, lanjutnya, merupakan program kerja PC LP Ma'arif NU Purbalingga periode 2013-2018 yang bertujuan untuk memberikan pembekalan guna peningkatan kinerja kepala dan calon kepala, sekaligus upaya peningkatan mutu madrasah/ sekolah di lingkungan LP Ma'arif Kabupaten Purbalingga pada umumnya.

"Diklat ini untuk me-refresh dan me-recharge kepala madrasah/sekolah agar memperoleh penyegaran dan energi baru, semangat baru, serta motivasi baru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai kepala dan pimpinan di dalam naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif,” ungkap Muhdzir.

Ia menambahkan bahwa pembiayaan kegiatan Diklat ini bersumber dari kas PC LP Ma'arif dan iuran mandiri peserta. Narasumber yang  ditunjuk dalam kegiatan Diklat ini terdiri dari unsur Pengawas SMP, Kepala SMP,  Kepala SD dan Trainer/ Motivator .

Bupati Purbalingga, Tasdi berkenan menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan Diklat secara resmi.  Ia sangat mengapresiasi Lembaga Pendidikan Ma'arif yang telah berperan penting dalam mencetak generasi yang berahlakul karimah sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Kepada para peserta ia berpesan agar mereka mau dan mampu menjadikan dirinya sebagai Leader, Manager, Supervisor, Inovator, Administrator, Motor sekaligus Motivator. Syarat ini patut diterapkan kepada siapa saja yang menjabat sebagai kepala atau pimpinan. Baik kepala dinas, kepala madrasah bahkan kepala rumah tangga.

"Kami titip agar wajah-wajah Nahdatul Ulama yang sudah diwarnai indah oleh KH. Hasyim Asy'ari jangan sampai tercoreng. Sebaliknya harus kita jaga dengan meningkatkan etos kerja dan kebersamaan,” tandas Tasdi.

“Seorang kepala harus mempunyai daya inovasi yang tinggi melaui lompatan-lompatan berfikir yang cepat di era yang serba cepat ini, “ tambahnya.  (sar/gt)