Kepedulian pemimpin kepada umatnya

Sragen – Suatu kebangaan yang tiada terkira bagi masyarakat apabila seorang pemimpin mau datang melihat dan berbaur dangan masyarkat dan memberikan pembinaan. Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah beserta jajaranya pada tanggal 17 Oktober 2015 melakukan kegiatan pembinaan umat di wilayah Desa Jenglengan, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen.

Sebagai wujud tugas dan fungsi bimbingan masyarakat maka kegiatan pembinaan langsung ketengah-tengah umat menjadi prioritas utama. Pentingnya kegiatan ini adalah sebagai dasar nantinya bagi Pembimas dalam menyusun anggaran sehingga anggaran tersebut dapat terserap dengan baik.

Sebagaimana telah tersusun pada anggaran sebelumnya adanya anggaran Pemberdayaan Ekonomi Umat Hindu Pedesaan adalah sebagai bahan untuk membantu agar ekonomi umat dapat setabil dan sejahtera. Program ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa pengalihan anggaran digunakan untuk membangun infrastuktur dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan pembinaan di Desa Jenglengan Pembimas berkomunikasi langsung dengan umat Hindu, menerima masukan dari masyarakat yang lansung menyapaikan pemasalahan yang dihadapi, kondisi umat yang rata-rata bermata pencaharian petani dan ternak sangat memperihatinkan, kemarau yang cukup panjang sehingga hasil pertanian yang dicapai tidak bisa maksimal.

Dalam melaksanakan pembinaan Pembimas Hindu I Dewa Made Artayasa, berkomunikasi dengan ketua lembaga hindu dan pembinaan yang dilakukan bertepatan dengan kegiatan rutin pertemuan setiap malam minggu kliwon berkeliling dari rumah-kerumah bergantian. Keberdaan kegiatan ini menjadikan sebuah kepedulian bersama untuk saling membantu antara umat satu dan yang lainya. Pada kesempatan pembinaan Pembimas menyampaikan lima pilar untuk mencapai kebahagian hidup yaitu satya, dharma, prema, santy dan ahimsa. Satyaa bhakti dan kesetiaan pada tuhan, Dharma kewajiban, Prema kasih sayang, Santy damai dalam kehidupan dan Ahimsa tidak menyakiti sesama dalam kehidupan.

Bekal inilah yang menjadi penekanan Pembimas Hindu dalam membekali umat di Desa Jenglengan agar umat mendi kuat dan berkehidupan sosial bermasyrakat dengan baik. Umat sangat antausias dengan apa yang disampaikan pembimas serta merespon program yang disampaikan oleh Pembimas Hindu. Umat hindu diakhir pertemuan mengharap pembinaan dilakukan rutin sehingga umat merasa diperhatikan, (Wahono)