Kerajaan Allah Bisa Dibangun Dengan Iman

Mungkid – Penyelenggara Katolik Stanislauz Zeno Taroreh, menyampaikan bahwa Kerajaan Allah bisa dibangun melalui Iman. Kepercayaan (iman) diperlukan agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

“Ketika kita berdoa, kita menaruh iman kepercayaan kepada Tuhan yang tidak dapat kita lihat maupun kita dengar. Ketika kita berjanji untuk hidup sesuai dengan ajaran-ajaran Yesus, kita percaya bahwa ajaran-ajaran tersebut berguna bagi kita,” kata Taroreh dalam pidato tertulis yang dibacakan oleh Nanik Septriyati, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Guru Pendidikan Agama Katolik Tingkat SD di Rumah Makan Merapen, Sawangan, Selasa, (10/04)..

Taroreh menyampaikan bahwa yang diwartakan Kerajaan Allah adalah tugas pokok kita.  Kerajaan Allah adalah semua hal baik yang positif. Apa saja dapat diwartakan seperti Roh Kudus, kita tidak dapat melihat tapi percaya, Roh Kudus yang mendorong niat baik kita. Roh Kudus tidak kelihatan tetapi mempengaruhi hidup. Roh Kudus, pribadi ketiga dalam Tritunggal Mahakudus menghubungkan kita semuanya.

“Kita dapat ngobrol (berdoa dengan Tuhan) dan membaca Firman Tuhan, kita dapat memperoleh bantuan teknis yang tidak pernah mengecewakan (kasih karunia). Kita masuk ke Kerajaan Allah menggunakan iman kita, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap kekuatanmu, dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri.” jelas Taroreh.

KKG Guru Pendidikan Agama Katolik merupakan kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar. KKG juga merupakan sarana musyawarah melaksanakan program dan evaluasi pada tahun berjalan.

Y. Nanik Septriyati menyampaikan KKG akan mengadakan Rekoleksi untuk Guru Pendidikan Agama Katolik SD pada bulan Mei setelah Ujian Nasional SD selesai, 8 s.d. 9 Mei 2018 dengan tema “Panggilan Hidup sebagai Guru Agama”. Tempat pelaksanaan di Susteran Sumber, dengan pemateri dari Tim SMK Pangudi Luhur, dan ditutup misa oleh Romo Fitri.  (tika/am/bd).