Kerjasama dengan Universitas Tidar, MTsN 3 Magelang Selenggarakan Pelatihan bagi Guru IPA

Mungkid – MTsN 3 Magelang menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru lPA dan Matematika, Rabu (25/07). Juga Pelatihan Pengelolaan Laboratorium lPA, Rabu, (1/8) bagi Guru lPA  MTs Negeri se-Kabupaten dan Kota Magelang, di MTsN 3 Magelang.

Panitia kegiatan Tri Harjoko, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama MTsN 3 Magelang dengan LPPM-PMP Universitas Tidar Magelang. Menurut Tri Harjoko, para Guru sangat membutuhkan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menyusun karya tulis ilmiah.

Kepala MTsN 3 Magelang Ahmad Zaeni, mengharapkan para guru dapat menyerap ilmu da mengambil manfaat dari kegiatan tersebut sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

“Kami berharap para Guru dapat menyerap ilmu dan mengambil manfaat dari kegiatan pelatihan ini, serta dapat  menularkannya  kepada para Guru yang lain sehingga Para Guru MTs di Kabupaten dan Kota Magelang mampu membuat karya ilmiah berupa Penelitian Tindakan Kelas.” kata Zaeni.

Ketua LPPM-PMP Universitas Tidar, lr. Usman Siswanto, M.Sc. Ph.D dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta agar pelatihan yang diberikan oleh Tim Pengabdian dari Universitas Tidar Magelang dapat dioptimalkan mengingat kita berada pada era digital dan era revolusi industri 4.0. Harapannya motivasi dan kompetensi  Guru Sains dapat meningkat dalam mengelola pembelajaran.

“Karakter era sekarang ini  adalah siswa harus memiliki kemampuan untuk membaca. Pengetahuan dibidang sains akan menentukan daya saing sebuah bangsa sehingga penguatan proses pembelajaran dibidang sains untuk siswa SMP akan mendasari pengembangan inovasi dan teknologi kedepan bagi perkembangan bangsa,” kata Usman.

Salah seorang peserta pelatihan,  Siti Umaroh, menyanpaikan pelatihan ini sangat efektif dalam  membimbing para peserta menyusun PTK. Meski waktunya terbatas namun karena penyampaiannya sangat aplikatif dan menyenangkan, para peserta dapat memahami dengan baik.

“Setelah selesai pelatihan ini saya akan coba menerapkan dengan membuat PTK, mumpung masih hangat,” kata Umaroh penuh semangat.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan pada kesempatan yang lain dengan materi pembuatan alat peraga atau materi yang lain. (am/sua)