Kerukunan Umat, Salah Satu Pondasi Pembangunan Bangsa

Purbalingga – Dalam rangka membangun kebersamaan  dan menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Purbalingga, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Tokoh Lintas Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2017 pada hari Rabu (27/12) bertempat di Gedung Graha Srikandi Purbalingga. Kegiatan yang mengangkat tema Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan demi Terwujudnya Kerukunan Umat Beragama ini diikuti oleh sekitar 200 orang.

 

Pengurus FKUB, H. Suparna dalam sambutannya mewakili Ketua FKUB Kabupaten Purbalingga menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai yang telah memfasilitasi kegiatan rakor tersebut .

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Purbalingga, Plt. Kakankemenag, Kakankesbangpol dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga yang telah memfasilitasi kegiatan Rakor pada pagi hari ini. Saya ucapkan terima kasih juga kepada para narasumber, Kasi Bina Kesbang, Ketua FKUB Kabupaten Purbalingga beserta pengurus dan para peserta Rapat Koordinasi Tokoh Lintas Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2017 ,” ungkapnya.

 

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran kepada peserta kegiatan Rakor tentang arti pentingnya kerukunan umat beragama sebagai upaya menjaga kerukunan antar dan inter umat beragama, antar kelompok masyarakat, antar pelajar dan kelompok lainnya di Kabupaten Purbalingga, serta meningkatkan pengetahuan peserta dalam menanggapi isu yang berkembang di masyarakat,” paparnya.

 

Ia menambahkan bahwa beragama adalah hak yang paling hakiki bagi setiap orang. Oleh karenanya memeluk agama merupakan pengejawantahan dari keyakinan akan adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Negara sebagai wadah dan pemilik kekuasaan untuk mengatur wilayah beserta isinya berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan memfasilitasi setiap proses dan aktifitas keberagamaan.

 

Ia juga meminta para peserta Rakor agar dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik sehingga dapat menyerap materi yang disampaikan serta nantinya dapat mensosialisasikan hasil kegiatan tersebut kepada keluarga dan masyarakat pada umumnya guna menciptakan kerukunan antar dan inter umat beragama di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Ahmad Muhdzir  dalam paparannya menyampaikan visi Kementerian Agama serta pentingnya kerukunan umat beragama.

 

“Visi Kementerian Agama yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Dan Misi Kemenag poin kedua adalah memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama,” tandasnya.

 

Menurutnya, kerukunan umat beragama sangatlah penting karena kerukunan umat beragama merupakan salah satu agenda strategis sebagai fondasi ideal meletakkan segenap upaya bersama mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara. Tanpa kerukunan yang terjalin baik maka berbagai program pembangunan bangsa akan menemui jalan buntu.

 

Akan tetapi tantangan terhadap kerukunan beragama ternyata justru makin bertambah. Selain permasalahan seputar rumah ibadat, penyiaran agama, penodaan agama, secara nyata masyarakat dapat menyaksiakan merebaknya berbagai paham keagamaan yang keluar dari arus pemahaman "mainstream" yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap wajah kerukunan.

 

 Oleh karenanya dalam rangka mewujudkan sebuah kondisi kerukunan substantif bukan simbolis semata, maka Kemenag menjadikan Pemberdayaan FKUB sebagai salah satu sasaran kegiatan prioritas. Dan FKUB terbukti mampu menjadi media yang efektif untuk meningkatkan dialog antar umat beragama dan menekan terjadinya konflik, khususnya dalam hal pendirian rumah ibadah. (sar/ )