Keteladanan tidak butuh kata-kata

Semarang – Keteladanan pimpinan sangat dibutuhkan untuk memberikan contoh atau teladan kepada bawahan agar menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas. Dengan keteladanan bahkan seorang atasan tidak perlu berkata-kata lagi untuk mendorong anak buahnya melakukan sesuatu.

Kepala Bidang Pendididikan Madrasah Drs. H. Jamun , M.Pd.I sebagai pembina dalam upacara rutin tanggal 17 setiap bulan menyampaikan “ Ucapan pimpinan akan berbobot dan diperhatikan manakala pimpinan mampu memberikan bukti nyata berupa keteladanan’’.

Lebih lanjut dalam pembinaannya Beliau menyampaikan “memperlakukan anak buah layaknya mendidik dan mengajar anak, dimana orang tua merupakan cermin bagi anak-anaknya, terkait kedinasan keteladanan atasan akan diikuti anak buah”.

Menjadi seorang pemimpin tidak hanya pandai menasehati, memberikan bimbingan namun juga harus mampu mawas diri, memiliki kerendahan hati dan harus siap dan terbuka dikritik bawahan. Keteladanan pimpinan juga sangat berperan dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga menghasilkan suatu “produk” yang baik. Gaya kepemimpinan dengan memberi keteladanan yang baik diharapkan akan meningkatkan disiplin yang muaranya pada efektivitas dan peningkatan produktivitas kerja.

“Perlu kesabaran dan keikhlasan dalam memberikan contoh dan mengarahkan bawahan”, tutur Kabid Penma. Hal tersebut memang benar, karena perlu waktu untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain. Kaitannya dengan ikhlas, betapapun beratnya suatu pekerjaan akan terasa ringan bila kita lakukan dengan ikhlas, karena ikhlas merupakan ruh bagi setiap amalan. (wulan)