Keterbatasan Tak Halangi Baqir Ikuti UNBK

Purbalingga – Muhammad Subaqir atau biasa disapa Baqir (16) adalah  peserta UNBK Tahun Pelajaran 2017/ 2018 di MTs Negeri 1 Purbalingga yang berlangsung  Senin-Kamis (23-26/04). Ia yang menderita glukoma dan gangguan retina ini harus tegar di tengah cobaan dan keterbatasan. Siswa yang mengalami kebutaan total ini tetap bersemangat meski harus mengikuti UNBK di ruang khusus.

Kepala MTs Negeri 1 Purbalingga, Mundirin di sela-sela kesibukannya menjelaskan adanya perlakuan khusus kepada salah satu siswanya tersebut, Senin (23/04).

“Karena belum adanya fasilitas yang mendukung, maka panitia dengan didampingi pengawas membacakan soal ujian, kemudian siswa menjawab secara lisan,” terang Mundirin.

Ditambahkan Mundirin, penanganan kasus khusus yang dialami Baqir sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga melalui Kabid Pembinaan SMP, yaitu dengan menambah pengawas dan ruang tersendiri.

Pembina OSIS MTs Negeri 1 Purbalingga, Abas Rosadi menjelaskan, Baqir yang lahir dari pasangan Makmun Mujahidin (52) dan Khomsatun (48), saat ini tinggal di desa Karang Pucung RT 02/RW 03, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga.

Ayah Baqir, Mujahidin menjelaskan, anaknya mengalami gejala gangguan tersebut pada usia 6 tahun. Penyakit tersebut mengakibatkan kebutaan pada pada mata kanan anaknya pada usia 10 tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, termasuk sudah 2 kali operasi medis di salah satu rumah sakit di Yogyakarta, tetapi belum berhasil. Bahkan pada 4 bulan terakhir, musibah kembali menimpa. Mata sebelah kiri anaknya mengalami kebutaan karena retinanya terganggu. Hal tersebut mengakibatkan kebutaan total pada anaknya.

Lebih lanjut, bapak yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini menjelaskan, anaknya masih akan menjalani operasi mata lagi, tetapi karena keterbatasan dana operasi belum bisa dilakukan. Di tengah cobaan dan keterbatasan, anaknya yang rajin sholat Dhuha ini tampak tetap tegar dan optimis menghadapi ujian. Dia selalu berdoa dan berusaha semoga diberi kesembuhan dan ketabahan menjalani hidup.

Melihat semangat belajar siswanya yang ingin tetap bersekolah meski mengalami berbagai keterbatasan, Abas selaku gurunya berharap ada pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk membantu Baqir melanjutkan pendidikannya. (sar/gt)