Ketua MUI Jawa Tengah Kukuhkan Pengurus MUI Dan Rakerda

Kudus, Jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus  masa khidmah  2018 – 2023 secara resmi dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Kudus, selasa ( 24/4 ). Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji.

Adapun pengurus yang dilantik berjumlah 52 orang menempati jabatan ketua, wakil ketua, sekretaris serta anggota lain yang terbagi dalam 6 komisi. Acara dihadiri kurang lebih 300 tamu undangan datang dari segenap jajaran OPD termasuk Kantor Kementerian Agama, camat dan juga para tamu undangan, termasuk para bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus.

Dalam sambutanya Ketua MUI Kudus yang terpilih kembali Ahmad Hamdani Hasanuddin mengatakan pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) sebagai wahana untuk menyamakan persepsi tentang organisasi baik visi dan misi serta program kerja MUI Kabupaten Kudus.

Dalam Rakerda membahas berbagai program Kerja MUI Kudus Tahun 2018 – 2023 , yang bertujuan untuk membangun umat islam menjadi umat yang berkualitas tinggi, terciptanya sumber daya umat yang beraklak mulia dan terwujudnya kemampuan ekonomi umat yang kuat serta dapat menyeimbangkan antara Imtaq dan Iptek. Selain itu juga meningkatkan kesadaran hidup beragama, berbangsa dan bernegara dikalangan umat islam sehingga terwujud ketahanan mental dan sosial keagamaan yang mantap serta tangguh terhadap berbagai tantangan.

Dalam acara tersebut dipilihnya tema “ Optimalissi peran MUI dalam berkhidmad kepada umat dalam mewujudkan kudus yang religi, maju dan adil” bukan tanpa alasan , karena Kabupaten Kudus sudah sejak dulu terkenal dengan religiusnya. “ Adanya 2 makam walisongo dan banyaknya pesantren  menjadikanya mendapat julukan kota santri “ Tuturnya.

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan harapanya agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kudus dapat merumuskan program program strategis yang dapat meningkatkan eksistensi dan peran MUI serta dapat memberikan kemaslahatan bagi umat. Disamping itu beliau juga mengharap kepada alim ulama, kususnya jajaran pengurus MUI untuk senantiasa melakukan revitalisasi nilai nilai keagamaan agar terwujud secara utuh dalam kesolehan ritual maupun sosial. Dalam momentum MUI lanjut Musthofa, harus memperkuat kepedulian sosial dan peduli dengan masalah riil umat seperti kemiskinan, pengangguran, ketertinggalan serta kebodohan iman. Keberadaan dan kehadiran MUI sebagai organiisasi gerakan masyarakat harus mampu membawa manfaat sebesar besarnya bagi umat islam di Kabupaten Kudus.

Sementara itu Ketua MUI Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji dalam sambutanya mengatakan di zaman Now ini MUI harus tetap eksis di tengah tengah masyarakat,  mampu berperan, beraktifitas dan berinovatif .  Embanlah amanah ini sebaki baiknya . Ciptakan karya nyata  dan  bangunlah sinergitas antara pemerintah  dan MUI di Kabupaten Kudus. Apabila  ulama dan umaro dapat bersinergi maka masyarakat yang baldatun toyibatun warobun ghofur akan tercapai .( St.Zul/wwk/bd)