KH. Zainal Abidin Hasan Fatah Meninggal, MI Al Fatah Berduka

Banjarnegara- Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Pancasila telah berpulang ke Rahmatulloh Romo KH. Zainal Abidin Hasan Fatah, salah satu cucu pendiri dan pengasuh Ponpes Al Fatah Parakancanggah pada hari Selasa pukul 17.30 Wib di RSI Bawang Banjarnegara. (1/6)

Romo KH. Zainal merupakan sesepuh Ponpes Al Fatah dan sekaligus paman dari Ibu kepala madrasah MI AL Fatah, Durotun Nafisah dan juga ayah dari salah satu guru di MI Al Fatah, Chalida.

Romo KH. Zainal telah disemayamkan di makom Ponpes pada hari Rabu, 2/6 pukul 10.00 Wib secara prokes dan terbatas, mengingat masih dalam masa pandemi.

Semua dewan guru dan karyawan serta peserta didik MI Al Fatah Parakancanggah ikut berbelasungkawa atas wafatnya Romo KH. Zainal  dan hari pertama masuk langsung menggelar do’a bersama di halaman yang di pimpin oleh ustadz Luqman.

Usai berdo’a bersama khusus peserta didik kelas empat dan lima turut menghantarkan prosesi pemakan beliau sampai selesai, dan tentu tetap jaga prokes.

“Hal ini, selain bentuk turut berduka juga untuk melatih anak-anak serta sebagai sumber belajar (ilmu) bagi peserta didik,” ungkap Durotun Nafisah selaku Kamad.

Segenap keluarga besar MI Al Fatah berdo’a, memohon semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan diampuni segala dosanya dan dilapangkan jalannya.

“Segala sesuatu yang bernyawa telah Allah tetapkan batas waktunya, maka bersabarlah atas kejadian ini,” pungkas Kamad.

Kehilangan seseorang untuk selamanya bukanlah suatu hal yang mudah. Rasanya sungguh berat. Tapi, tak ada jalan yang lebih baik selain mengikhlaskannya. Turut berduka cita. ( nasd/mnh)